|
Menu Close Menu

Perayaan Kreativitas Anak Disabilitas Lewat Kolaborasi Inklusif di Surabaya

Senin, 15 Desember 2025 | 17.20 WIB

 

Kegiatan Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Dafam Pacific Caesar Surabaya. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya- Semangat inklusivitas dan kesetaraan mewarnai perayaan kreativitas anak disabilitas dalam acara bertajuk “Melihat Bersama #SetaraBerkarya” yang digelar di Pacific Sky Hall, Dafam Pacific Caesar Surabaya, Minggu (14/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak disabilitas untuk menunjukkan talenta mereka melalui fotografi, musik, dan seni rupa.


Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi Dafam Pacific Caesar Surabaya bersama Disabilitas Berkarya, UPTD Kampung Anak Negeri, dan Melihat Bersama, dengan Matanesia sebagai kurator foto. Digelar bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional, kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi panggung inklusif bagi anak-anak disabilitas untuk berkarya dan diapresiasi secara setara.


Sebanyak 18 peserta disabilitas dari berbagai daerah di Jawa Timur menampilkan karya fotografi hasil bidikan mereka sendiri. Karya-karya tersebut menghadirkan beragam sudut pandang, mulai dari visual ceria hingga reflektif, yang merepresentasikan cara unik para peserta dalam memaknai dunia di sekitarnya.


General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, Hogi Budiarto, mengatakan karya-karya yang ditampilkan mengajak publik untuk memahami ulang makna keberdayaan. “Anak-anak ini berkarya bukan untuk membuktikan sesuatu, tetapi untuk menyampaikan bahwa kreativitas adalah hak setiap manusia. Kami ingin mereka tidak hanya tampil, tetapi benar-benar hadir dan diakui,” ujarnya.


Senada, Sales & Marketing Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, Edy Santoso, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang aman dan setara bagi anak-anak disabilitas. “Kami ingin membuka ruang agar mereka bisa dilihat dan dihargai. Karya yang ditampilkan bukan sekadar foto, melainkan pernyataan bahwa kreativitas tidak mengenal batas apa pun,” katanya.


Rangkaian acara juga dimeriahkan penampilan musik dari Krisna, Willy, dan Rafly, tiga musisi tuna netra yang menghadirkan alunan musik penuh emosi. Selain itu, dua seniman tuna rungu-wicara, Kiking dan Pina, melakukan live painting yang memukau pengunjung melalui goresan warna yang sarat makna.


Momen haru tercipta saat Sophie, salah satu peserta, menyampaikan pidato dalam Bahasa Inggris tentang pengalaman dan mimpinya sebagai anak dengan disabilitas. Pada kesempatan tersebut, Sophie juga menyerahkan karya fotografi berupa potret ibunya sebagai ungkapan terima kasih dalam rangka Hari Ibu.


Kisah inspiratif lainnya datang dari Aqsa, peserta tuna rungu-wicara, yang memaparkan cerita di balik karya fotonya melalui bahasa isyarat. Ia menyampaikan bahwa berkarya baginya adalah cara untuk didengar dan diakui melalui hasil karya, bukan melalui keterbatasan.


Melalui “Melihat Bersama #SetaraBerkarya”, Dafam Pacific Caesar Surabaya bersama para mitra berharap perayaan Hari Disabilitas Internasional dapat menjadi langkah nyata dalam mendorong inklusivitas dan kesetaraan. “Setiap anak membawa dunia dalam dirinya. Tugas kita adalah memastikan dunia itu memiliki ruang untuk tumbuh dan bersinar,” tutup Hogi Budiarto. (Had) 

Bagikan:

Komentar