![]() |
| Ning Dini Rahmania, Anggota MPR RI saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Ponpes Hati, Kabupaten Probolinggo.(Dok/Istimewa). |
Dalam forum edukatif tersebut, Hj. Dini Rahmania yang akrab disapa Ning Dini menegaskan pentingnya pemahaman dan pengamalan Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika—sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem itu, penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi semakin relevan di tengah tantangan krisis moral yang saat ini dihadapi bangsa, khususnya di kalangan generasi muda.
“Pemahaman dan implementasi nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan sangat penting, terutama di tengah berbagai persoalan moral, mulai dari menurunnya etika sosial, meningkatnya intoleransi, hingga lunturnya rasa tanggung jawab sosial,” ujar Ning Dini.
Ia menilai, Pancasila bukan sekadar dokumen normatif, melainkan pedoman hidup yang harus diterjemahkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial harus hadir dalam praktik pendidikan, pola asuh keluarga, serta interaksi sosial di masyarakat.
“Guru dan orang tua memiliki peran strategis sebagai teladan. Pendidikan karakter tidak cukup diajarkan di ruang kelas, tetapi harus dihidupkan melalui contoh nyata di rumah dan lingkungan sekitar,” tegas Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo tersebut.
Lebih lanjut, Ning Dini menjelaskan bahwa UUD 1945 memberikan kerangka hukum yang menjamin hak dan kewajiban warga negara, sementara NKRI merupakan konsensus final yang harus dijaga bersama. Adapun Bhinneka Tunggal Ika, menurutnya, adalah kunci dalam merawat keberagaman agar tidak menjadi sumber konflik, melainkan kekuatan bangsa.
“Keberagaman suku, agama, dan budaya adalah keniscayaan. Tanpa pemahaman kebangsaan yang kuat, perbedaan ini rentan disalahgunakan dan memicu perpecahan. Di sinilah Empat Pilar menjadi penopang utama persatuan,” jelasnya.
Sebagai tokoh muda Nahdliyin inspiratif versi Forum Komunikasi Jurnalis Nahdliyin (Forkom Jurnalis Nahdliyin), Ning Dini juga menekankan pentingnya sinergi antara pesantren, sekolah, keluarga, dan negara dalam membangun generasi yang berakhlak, toleran, serta memiliki kesadaran kebangsaan yang kokoh.
Ia berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta tidak hanya memahami Empat Pilar Kebangsaan secara konseptual, tetapi juga mampu menginternalisasikannya dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya masyarakat yang berkarakter, beradab, dan cinta tanah air. (Red)


Komentar