|
Menu Close Menu

Tokoh Surabaya Peringatkan Ancaman Konflik Horizontal di Tengah Maraknya Premanisme

Rabu, 31 Desember 2025 | 08.48 WIB

Sudarsono Rahman, Tokoh Senior Surabaya.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya — Masyarakat Surabaya kembali menyuarakan keprihatinan atas maraknya aksi premanisme yang diduga melibatkan kelompok ormas kedaerahan tertentu. Fenomena tersebut dinilai tidak hanya meresahkan warga, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas keamanan serta harmoni sosial yang selama ini terjaga di Kota Pahlawan.


Tokoh masyarakat Surabaya, Sudarsono Rahman atau yang akrab disapa Cak Dar, menegaskan bahwa kondusivitas kota harus menjadi kepentingan bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, Surabaya yang dikenal sebagai kota inklusif dan terbuka tidak boleh tercoreng oleh tindakan-tindakan intimidatif yang melanggar rasa keadilan publik.


“Masyarakat Surabaya berharap kotanya tetap aman dan kondusif. Namun, fakta hari ini menunjukkan adanya aksi premanisme oleh kelompok tertentu. Jika hal ini dibiarkan, eskalasinya bisa meningkat dan berujung pada konflik horizontal,” ujar Cak Dar, Selasa (30/12/2025).


Cak Dar yang juga penggerak Komunitas Majelis Ngopi Surabaya serta Wakil Ketua Umum DPP Barisan Kader (BariKade) Gus Dur menekankan pentingnya kehadiran negara dalam meredam potensi konflik. Ia menilai pemerintah tidak boleh bersikap pasif atau ambigu dalam menyikapi persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.


“Pemerintah harus hadir sebagai perekat seluruh elemen masyarakat dan memberikan ruang yang adil bagi semua. Jangan sampai ada kesan pembiaran terhadap aksi premanisme, karena itu akan menimbulkan rasa ketidakadilan dan merugikan kelompok lain,” tegasnya.


Menurut Cak Dar, pembiaran terhadap praktik-praktik intimidatif hanya akan memperlebar jarak antar kelompok sosial. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi tersebut dikhawatirkan memicu konflik horizontal yang dampaknya akan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.


Ia pun mendorong pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, adil, dan proporsional dalam menegakkan aturan. Langkah tersebut dinilai penting agar Surabaya tetap menjadi rumah bersama yang aman, humanis, serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan toleransi. (Red) 

Bagikan:

Komentar