![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama.(Dok/Istimewa). |
“Revitalisasi sekolah harus terasa manfaatnya. Bukan sekadar program di atas kertas, tapi benar-benar membantu sekolah dan peserta didik,” ujar Lia Istifhama.
Program revitalisasi yang menyasar jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA dinilai Lia sebagai langkah penting untuk memperbaiki kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Fasilitas yang diperbaiki maupun dibangun, seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan sarana pendukung pembelajaran lainnya, harus disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.
Menurut Lia, keberhasilan revitalisasi sekolah sangat bergantung pada pelaksanaan dan pengawasan. Tanpa pengawasan yang serius, bantuan yang diberikan berpotensi tidak optimal atau tidak tepat sasaran.
“Revitalisasi harus memastikan sekolah memiliki fasilitas yang layak dan nyaman. Itu kunci agar proses belajar mengajar berjalan lebih efektif,” tegasnya.
Lia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar setiap bentuk bantuan benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi sekolah.
“Kalau semua pihak terlibat aktif, hasilnya akan lebih maksimal. Sekolah tidak hanya direnovasi, tetapi juga diperkuat fungsinya sebagai ruang belajar yang aman dan mendukung perkembangan siswa,” ujarnya.
Sebagai senator dari Jawa Timur, Lia menyatakan komitmennya untuk terus mengawal program revitalisasi sekolah agar pemerataan kualitas sarana pendidikan dapat terwujud. Ia berharap program ini mampu meningkatkan kenyamanan belajar, kualitas pendidikan, serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik di bidang pendidikan.
“Pendidikan yang baik dimulai dari sekolah yang layak. Kalau revitalisasi tepat sasaran, manfaatnya akan langsung dirasakan oleh siswa, guru, dan masyarakat,” pungkas Lia Istifhama. (Red)


Komentar