|
Menu Close Menu

Dari Ruang Kelas ke Ruang Perubahan, Senator Lia Istifhama Siapkan Kepemimpinan Perempuan Gen Z IPPNU Jatim

Senin, 05 Januari 2026 | 23.00 WIB

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama saat menjadi pemateri dalam acara SKPP PW IPPNU Provinsi Jawa Timur.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Nganjuk– Penguatan peran perempuan muda dalam kepemimpinan organisasi menjadi fokus utama Sekolah Kader Penggerak Putri (SKPP) yang digelar Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur. Kegiatan ini menghadirkan Anggota DPD RI, Lia Istifhama, sebagai narasumber utama sekaligus ruang refleksi strategis bagi kader perempuan NU dalam menyiapkan diri sebagai agen perubahan di tengah tantangan zaman.


Bertempat di lingkungan akademik STAI KH Zainuddin Mojosari, Kabupaten Nganjuk, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi forum transfer pengetahuan, tetapi juga wahana pembentukan kesadaran kolektif tentang pentingnya kepemimpinan perempuan yang relevan, membumi, dan berkarakter di era generasi Z dan milenial.


Sekolah Kader Penggerak Putri dirancang sebagai ruang kaderisasi strategis yang menitikberatkan pada penguatan teknik komunikasi, kepemimpinan adaptif, serta jejaring gerakan perempuan. Dalam forum tersebut, Senator muda yang akrab disapa Ning Lia mengajak peserta memahami bahwa kepemimpinan perempuan masa kini tidak cukup hanya bermodal semangat, tetapi harus ditopang kecakapan komunikasi dan kemampuan membangun jaringan yang berkelanjutan.


Perempuan muda NU memiliki potensi besar untuk tampil sebagai pemimpin yang berpengaruh, selama mampu menyelaraskan nilai keislaman, ke-NU-an, serta kepekaan sosial dengan cara berkomunikasi yang sesuai karakter generasi muda,” ujar Ning Lia, Sabtu (3/1/2026).


Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu menekankan bahwa kepemimpinan perempuan idealnya hadir sebagai sosok yang membumi, bukan berjarak. Menurutnya, pemimpin masa kini harus mampu mendengar, merangkul, dan menggerakkan dengan empati.


Dalam pemaparannya, Senator Lia mengulas karakter kepemimpinan yang relevan bagi generasi Gen Z dan milenial yang tumbuh di era digital. Generasi ini, kata dia, menuntut kejujuran, kepraktisan, serta pola komunikasi dua arah yang setara.


“Karena itu, kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang autentik, tidak dibuat-buat, dan mampu membangun kedekatan emosional dengan yang dipimpin,” jelasnya.


Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kreativitas dan keberanian menghadirkan kebaruan dalam setiap gerakan organisasi. Menurutnya, rasa ingin tahu yang tinggi di kalangan generasi muda harus diimbangi dengan gagasan segar agar organisasi tetap hidup, relevan, dan bermakna.


Pelaksanaan SKPP IPPNU Jawa Timur di STAI KH Zainuddin Mojosari menjadi bukti komitmen organisasi dalam menyiapkan kader perempuan yang tidak hanya cakap secara struktural, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Forum ini diharapkan melahirkan pemimpin perempuan muda yang siap berkontribusi di berbagai lini, baik organisasi, masyarakat, maupun ruang pengambilan kebijakan.


Sementara itu, panitia pelaksana, Putri Naila Fadilatul Husna, menyampaikan bahwa kehadiran Senator Lia Istifhama memberikan energi positif dan inspirasi kuat bagi peserta. Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya konseptual, tetapi juga reflektif dan aplikatif dalam kehidupan organisasi sehari-hari.


“Pesan-pesan yang disampaikan sangat relevan dengan realitas kader perempuan hari ini. Ini menjadi bekal penting bagi peserta untuk tumbuh sebagai pemimpin yang percaya diri dan visioner,” ujarnya.


Melalui Sekolah Kader Penggerak Putri, IPPNU Jawa Timur kembali menegaskan perannya sebagai kawah candradimuka kader perempuan NU—menyiapkan generasi pemimpin yang berakar pada nilai, adaptif terhadap perubahan, dan berani mengambil peran strategis demi masa depan bangsa. (Red) 

Bagikan:

Komentar