|
Menu Close Menu

DPR RI Ingatkan Diklat Petugas Haji Tidak Sekadar Formalitas

Senin, 12 Januari 2026 | 16.12 WIB

Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Dini Rahmania. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Dini Rahmania, menegaskan bahwa pendidikan dan pelatihan (diklat) petugas haji harus difokuskan pada pembentukan karakter pelayanan, bukan sekadar memenuhi aspek formalitas atau administrasi teknis. Hal ini disampaikan Dini dalam keterangannya pada Senin (12/01/2026).


Menurut legislator Fraksi Partai NasDem tersebut, pola rekrutmen dan pelatihan bagi petugas haji perlu dibenahi secara menyeluruh agar menghasilkan sumber daya manusia yang benar-benar siap melayani jemaah.


“Diklat petugas haji harus menjadi ruang pembentukan karakter pelayanan, bukan hanya pelatihan formalitas. Ini harus menjadi titik balik, dari sekadar petugas yang memenuhi syarat administratif, menjadi pelayan jemaah yang profesional, kompatibel, dan berjiwa melayani dengan hati,” ujarnya.


Dini menekankan bahwa petugas haji harus dipersiapkan untuk hadir secara utuh bagi jemaah, memahami berbagai kebutuhan mereka, termasuk kondisi fisik, psikologis, dan sosial. Hal ini menjadi krusial mengingat sebagian besar jemaah haji Indonesia merupakan lanjut usia.


“Petugas harus sigap dan disiplin dalam menerapkan SOP di lapangan, termasuk dalam menghadapi situasi darurat. Jangan sampai kehadiran petugas hanya bersifat simbolis tanpa memberi dampak nyata bagi kenyamanan jemaah,” tambahnya.


Selain aspek profesionalisme, Dini juga menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan kepada jemaah haji. Ia mengingatkan bahwa jemaah bukan sekadar angka dalam data administrasi.


“Yang mereka layani bukan sekadar data atau nomor manifes, melainkan orang tua kita, saudara kita, dan sesama umat yang sedang menunaikan ibadah paling sakral dalam hidupnya,” tegasnya.


Dini mendorong Kementerian Haji dan Umrah untuk memastikan bahwa diklat petugas haji benar-benar mampu membentuk petugas yang profesional sekaligus memiliki kepekaan kemanusiaan. Dengan demikian, pengalaman ibadah haji diharapkan dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan penuh kekhidmatan bagi seluruh jemaah Indonesia. (Red) 

Bagikan:

Komentar