|
Menu Close Menu

Dukung Kota Wisata, Homecare Digital RSUD Karsa Husada Batu Tuai Apresiasi Ning Lia

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11.00 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat Kunjungan Kerja ke RSUD Karsa Husada Kota Batu.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Kota BatuStatus Kota Batu sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur dengan jumlah kunjungan mencapai jutaan orang setiap tahun membawa konsekuensi serius terhadap kesiapan layanan publik, khususnya sektor kesehatan. Menyikapi hal tersebut, Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menegaskan bahwa rumah sakit di daerah wisata harus memiliki standar layanan yang sejalan dengan pesatnya perkembangan pariwisata.


Dalam kunjungan kerjanya ke RSUD Karsa Husada Kota Batu, Senator muda yang akrab disapa Ning Lia itu menilai fasilitas kesehatan memiliki peran strategis sebagai penopang utama ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.


“Dengan angka kunjungan wisata yang menembus lebih dari dua juta orang per tahun, rumah sakit di Kota Batu wajib meningkatkan standar pelayanan agar mampu menjadi fondasi kuat dalam mendukung wisata medis yang kompetitif,” ujar Ning Lia, Rabu (1/1/2026).


Menurutnya, keberadaan layanan kesehatan yang modern, responsif, dan mudah diakses menjadi indikator penting dalam menilai kesiapan sebuah kota wisata. Tidak hanya bagi warga lokal, tetapi juga bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.


Menjawab tantangan tersebut, RSUD Karsa Husada Batu dinilai telah mengambil langkah progresif melalui peluncuran layanan homecare berbasis digital yang mengedepankan pendekatan humanis. Terobosan ini memungkinkan pasien pasca-rawat inap tetap mendapatkan pendampingan medis secara profesional tanpa harus kembali ke rumah sakit.


“Program ini dirancang untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien yang masih membutuhkan pemantauan lanjutan. Integrasi teknologi menjadi jembatan yang meruntuhkan batas jarak antara tenaga medis dan pasien,” kata Ning Lia.


Ia menjelaskan, layanan homecare digital ini memungkinkan pemantauan kondisi kesehatan dilakukan secara berkala oleh tenaga medis melalui sistem yang terintegrasi. Dengan demikian, keselamatan pasien tetap terjaga meskipun proses pemulihan berlangsung di rumah.


Salah satu pilar utama inovasi tersebut adalah pemanfaatan aplikasi Si Dul Kemit, yang berfungsi sebagai platform layanan kesehatan digital RSUD Karsa Husada. Aplikasi ini memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan, memantau perkembangan kesehatan, hingga mengelola administrasi medis secara lebih efisien dan transparan.


Sebagai bentuk empati terhadap pasien, RSUD Karsa Husada Batu juga memberikan fasilitas satu kali layanan homecare gratis bagi pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan pasca-rawat inap.


Ning Lia mengapresiasi langkah tersebut sebagai wujud nyata komitmen negara dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.


“Kemudahan akses layanan kesehatan adalah hak dasar warga. Inovasi seperti ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi wisata yang aman, ramah, dan didukung fasilitas medis modern,” pungkasnya.


Dengan transformasi layanan berbasis digital ini, RSUD Karsa Husada Batu diharapkan mampu menjadi model pengembangan layanan kesehatan daerah yang adaptif terhadap dinamika pariwisata sekaligus berorientasi pada kebutuhan pasien. (Red) 

Bagikan:

Komentar