|
Menu Close Menu

Isi LDKM STAI Taruna Surabaya, Lia Istifhama Bekali Mahasiswa Strategi Menjadi Influencer Inspiratif

Selasa, 13 Januari 2026 | 19.41 WIB

Anggota DPD RI asal Jawa Timur saat menjadi narasumber kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) yang diselenggarakan STAI Taruna Surabaya. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) yang diselenggarakan STAI Taruna Surabaya, Minggu (11/01/2026). Kehadiran senator yang dikenal dekat dengan kalangan milenial dan generasi Z ini disambut antusias oleh peserta, yang memadati ruangan sejak sesi dimulai.


Dalam materinya bertema “Strategi Komunikasi: Bijak dalam Narasi, Menjadi Influencer yang Menginspirasi”, Lia menegaskan bahwa menjadi influencer bukan sekadar soal popularitas atau jumlah pengikut, tetapi tentang nilai, tanggung jawab, dan dampak positif yang diberikan kepada masyarakat.


Menurut Lia, seorang influencer idealnya memiliki karakter kuat, penguasaan ilmu yang memadai, serta kepekaan sosial.


“Menjadi influencer itu tidak cukup hanya terkenal. Ia harus berkarakter, berilmu, dan bertanggung jawab,” tegas Lia di hadapan peserta LDKM.


Lia juga menyoroti kesiapan mental saat berbicara di ruang publik. Ia mengajak mahasiswa untuk mengawali setiap aktivitas komunikasi dengan doa agar menghadirkan ketenangan dan kejernihan berpikir.


“Banyak orang gugup saat berbicara di depan publik. Sebagai muslim, kita diajarkan untuk memulai dengan doa. Membaca rabbi syrahli shadri, wa yassirli amri, wahlul ‘uqdatan min lisani yafqahu qouli penting agar hati tenang dan pesan tersampaikan dengan baik,” tutur Lia.


Selain aspek spiritual, Lia membekali mahasiswa dengan perspektif akademis mengenai teori komunikasi. Ia menyinggung teori jarum suntik (hypodermic needle theory) dan spiral of silence untuk menunjukkan bagaimana pesan media dapat memengaruhi opini publik secara luas.


Menurutnya, di era digital saat ini, media sosial Indonesia memiliki daya pengaruh besar, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga dalam percakapan global.


“Satu konten bisa berdampak luas. Media sosial Indonesia itu kuat, bahkan dapat mempengaruhi opini di luar negeri. Karena itu, narasi yang dibangun harus mencerdaskan dan menginspirasi,” ujarnya.


Lia juga mengingatkan pentingnya kejujuran dalam berkomunikasi. Audiens, terutama generasi muda, dinilai sangat peka terhadap keaslian pesan.


“Kalau ingin memengaruhi orang lain, bicaralah dari hati. Narasi yang jujur jauh lebih kuat daripada sekadar sensasi,” tambahnya.


Bagi mahasiswa STAI Taruna Surabaya, kehadiran Lia Istifhama menjadi contoh figur publik perempuan yang mampu memadukan nilai religius, kecakapan komunikasi, dan kepemimpinan. Ia dinilai sebagai teladan bahwa perempuan dapat berkiprah luas di ruang publik tanpa meninggalkan nilai dan etika.


Kegiatan LDKM ini diharapkan melahirkan calon-calon pemimpin muda yang tak hanya cakap berorganisasi, tetapi juga bijak bermedia sosial, bertanggung jawab atas konten yang dibuat, serta mampu menjadi agen perubahan positif di masyarakat. (Red) 

Bagikan:

Komentar