|
Menu Close Menu

Senator Lia Istifhama Apresiasi Komitmen Kemenpora Siapkan Beasiswa dan Jaminan Hari Tua Atlet

Jumat, 30 Januari 2026 | 07.59 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat berkunjung ke Kantor Kemenpora RI di Jakarta.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya— Anggota DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi komitmen Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam menyiapkan kebijakan berkelanjutan bagi atlet nasional.


Kebijakan tersebut mencakup penyediaan beasiswa pendidikan hingga jaminan hari tua bagi atlet setelah mengakhiri karier di dunia olahraga.


Apresiasi itu disampaikan Lia usai melakukan kunjungan kerja dan dialog bersama Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Drs. Yohan, M.Si, di Jakarta.


Dalam pertemuan tersebut, Lia menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin masa depan atlet pascakarier.


“Usia atlet itu terbatas, rata-rata hanya sampai 34 tahun. Setelah itu mereka meninggalkan dunia keatletan. Negara tidak boleh lepas tangan,” ujar Lia saat ditemui di Surabaya, Jumat (30/1/2026).


Menurutnya, atlet memiliki peran strategis sebagai duta bangsa di kancah internasional.


Atlet, kata Senator yang akrab disapa Ning Lia, turut membawa nama dan martabat Indonesia melalui prestasi olahraga.


“Yang mengibarkan Merah Putih di luar negeri bukan hanya kepala negara, tetapi juga para atlet. Karena itu negara wajib hadir hingga fase pascakarier,” tegasnya.


Dalam dialog tersebut, Kemenpora memaparkan sejumlah langkah penguatan ekosistem atlet.


Program yang disiapkan antara lain beasiswa pendidikan, pelatihan lanjutan, serta skema jaminan hari tua dan pensiun atlet.


Upaya tersebut saat ini tengah dikomunikasikan lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Keuangan.


Lia menilai kebijakan tersebut sebagai terobosan penting untuk menjawab ketidakpastian ekonomi yang selama ini dihadapi banyak atlet setelah pensiun.


Ia berharap program tersebut segera diformalkan dalam kebijakan nasional yang berkelanjutan.


“Atlet tidak boleh ditinggalkan setelah selesai berprestasi. Harus ada transisi yang manusiawi dan bermartabat,” katanya.


Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora Yohan menjelaskan bahwa perhatian terhadap atlet menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia.


Kemenpora, menurutnya, berupaya mengintegrasikan pembinaan prestasi dengan pendidikan, keterampilan, dan jaminan kesejahteraan jangka panjang.


Pertemuan ini juga menjadi momentum penguatan sinergi antara DPD RI dan Kemenpora.


Kedua pihak berkomitmen mendorong kebijakan kepemudaan dan olahraga yang inklusif dan berorientasi masa depan.


Lia berharap hasil dialog tersebut dapat memperkuat kebijakan nasional.


Ia menegaskan, atlet Indonesia harus berjaya saat bertanding dan tetap sejahtera setelah mengakhiri karier olahraga. (Red) 

Bagikan:

Komentar