![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama saat wawancara dengan wartawan.(Dok/Istimewa). |
Pelantikan dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (30/1/2026).
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI, Lia Istifhama. Ia menilai pelantikan ini mencerminkan konsistensi Pemprov Jatim dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis kompetensi dan integritas.
Menurut Lia, pengisian jabatan strategis harus menjadi bagian dari reformasi birokrasi yang berkelanjutan dan berorientasi pada kualitas pelayanan publik.
Dari tujuh pejabat yang dilantik, enam merupakan hasil rotasi jabatan, sementara satu pejabat sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas.
Seluruh proses pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 800.1.3.3/362/204/2026 tertanggal 29 Januari 2026.
Adapun pejabat yang dilantik yakni Mohammad Yasin sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jawa Timur.
Kemudian, Nurkholis sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur dan Dydik Rudy Prasetya sebagai Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim.
Selanjutnya, Imam Hidayat dilantik sebagai Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim.
Sufi Agustini dipercaya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Jawa Timur.
Sementara Tri Wahyu Liswati dilantik sebagai Kepala Bakorwil Bojonegoro dan Agung Subagyo sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kepercayaan negara kepada aparatur yang dinilai memiliki kapasitas dan dedikasi.
Ia menekankan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab, integritas, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.
Khofifah juga mengajak para pejabat yang dilantik untuk menjadikan nilai pengabdian sebagai fondasi utama dalam bekerja.
Pelantikan ini sekaligus menandai penerapan sistem DNA Talent dalam manajemen aparatur sipil negara di Jawa Timur.
Sistem tersebut dikembangkan untuk memperkuat meritokrasi serta memetakan potensi dan karakter ASN secara lebih komprehensif.
Khofifah menjelaskan, DNA Talent menjadi instrumen awal untuk mengenali kompetensi dan potensi kepemimpinan aparatur.
Tahapan selanjutnya akan dilanjutkan dengan uji kompetensi yang dipimpin Prof. Muhammad Nuh dengan melibatkan akademisi dari Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga.
Pendekatan ini diharapkan memastikan jabatan strategis diisi figur yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kuat secara karakter dan kepemimpinan.
Gubernur Khofifah menambahkan, pelantikan kali ini masih merupakan tahap awal.
Ia menyebut masih terdapat sejumlah jabatan yang diisi pelaksana tugas dan akan dilanjutkan dengan gelombang pelantikan berikutnya.
Proses seleksi lanjutan akan tetap mengacu pada sistem DNA Talent sebagai dasar uji kompetensi.
Dengan langkah tersebut, Pemprov Jatim menegaskan arah reformasi birokrasi menuju pemerintahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kinerja demi meningkatkan kualitas pelayanan publik. (Red)


Komentar