|
Menu Close Menu

Takmir Masjid Sukolilo dan Forkopimcam Perkuat Sinergi Optimalkan Peran Masjid

Kamis, 15 Januari 2026 | 12.28 WIB

Ketua Takmir Masjid se-Kecamatan Sukolilo menggelar pertemuan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sukolilo. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, SurabayaDalam upaya mempererat silaturahim antar tokoh agama sekaligus memperkuat peran masjid di tengah masyarakat, para Ketua Takmir Masjid se-Kecamatan Sukolilo menggelar pertemuan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sukolilo. Kegiatan yang melibatkan unsur camat, kepolisian, TNI, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam ini berlangsung di Pendopo Kecamatan Sukolilo, Selasa (13/1/2026). 


Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama dan organisasi Islam, di antaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Sukolilo. Forum ini menjadi ruang dialog untuk menyamakan visi dalam memaksimalkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat.


Ketua MUI Kecamatan Sukolilo, Prof. Dr. KH. Moh. Mukhrojin, menegaskan bahwa masjid idealnya tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Ia mendorong penerapan konsep Lima Pilar Masjid sebagai upaya mengoptimalkan peran masjid di berbagai aspek kehidupan.


“Kami berharap masjid-masjid di Sukolilo dapat menerapkan Lima Pilar Masjid, yakni Baitullah, Baitul Quran, Baitut Tarbiyah, Baitul Maal, dan Baitul Muamalah. Dengan konsep ini, masjid dapat berperan lebih luas dalam membina dan memberdayakan umat,” ujar KH. Mukhrojin.


Ia juga mengusulkan agar kegiatan silaturahim dan koordinasi lintas tokoh agama serta pemangku kepentingan ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Menurutnya, komunikasi yang intensif akan memperkuat harmoni sosial dan mempercepat terwujudnya masjid yang makmur dan produktif.


Sementara itu, Camat Sukolilo, M. Aries Hilmi, menyambut baik inisiatif pertemuan tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah dalam mendukung kegiatan keagamaan serta pembangunan sosial berbasis masjid.


“Pemerintah kecamatan sangat mendukung kegiatan seperti ini. Kami berharap sinergi yang sudah terbangun dapat terus berlanjut, sehingga masjid benar-benar menjadi pusat pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai kebersamaan di Sukolilo,” ungkapnya.


Dalam kesempatan yang sama, para penyuluh agama Islam Kecamatan Sukolilo turut memperkenalkan kembali program Sosialisasi Duhur Keliling, yakni pengajian rutin yang dilaksanakan setiap hari Rabu secara bergiliran di masjid-masjid se-Kecamatan Sukolilo. Program tersebut telah berjalan selama dua tahun dan direncanakan kembali aktif pada tahun 2026.


Perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Sukolilo, Ust. Mochammad Abdullah, menjelaskan bahwa jadwal Duhur Keliling telah disusun dan akan dibagikan kepada seluruh takmir masjid. “Program ini diharapkan dapat memperkuat dakwah dan mempererat hubungan antar masjid di Sukolilo,” ujarnya.


Acara diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas langkah-langkah strategis dalam memakmurkan masjid. Melalui sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan ormas Islam, diharapkan masjid-masjid di Kecamatan Sukolilo dapat berkembang lebih optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi umat, menuju terwujudnya masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera. (Red) 

Bagikan:

Komentar