|
Menu Close Menu

Uji Sandar Kapal di Pelabuhan Panarukan Sukses, Kemenhub Pastikan Kesiapan Operasional

Kamis, 29 Januari 2026 | 20.36 WIB

Uji Sandar Kapal di Pelabuhan Panarukan Situbondo, Jawa Timur.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Situbondo— Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memastikan kesiapan operasional Dermaga Pelabuhan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.


Kepastian tersebut ditandai dengan pelaksanaan uji sandar kapal sebagai tahapan akhir sebelum pelabuhan dioperasikan secara penuh, Kamis (29/1).


Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, mengatakan uji sandar menjadi bagian penting dalam menjamin aspek teknis dan keselamatan pelayaran.


Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memastikan kelancaran proses bongkar muat serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa transportasi laut.


“Hari ini, kapal T.B. Medelin Delta dan T.B. Meiden Lucky milik PT Pertamina Port & Logistics melakukan olah gerak sandar dan lepas,” ujar Herland.


Menurutnya, uji tersebut dilakukan untuk mengevaluasi kondisi konstruksi dermaga, sistem tambat, kekuatan fender, serta konektivitas dengan fasilitas darat.


Uji sandar ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, antara lain perwakilan PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina Trans Kontinental, dan PT Pertamina Port & Logistics.


Selama proses berlangsung, kedua kapal berhasil melakukan manuver sandar dan lepas dengan aman serta sesuai standar operasional prosedur.

Pelabuhan Panarukan memiliki dermaga sepanjang 177,5 meter dengan lebar 10 meter.


Pelabuhan ini juga dilengkapi trestle sepanjang 452 meter dengan lebar 7 meter, serta causeway sepanjang 925 meter.


Pembangunan awal Pelabuhan Panarukan dimulai pada 2008 dan dikembangkan kembali pada 2011–2012.


Selanjutnya, penambahan kantor pelabuhan dilakukan pada 2019.


Pada 2024, pemerintah melaksanakan rehabilitasi Dermaga Segmen I sepanjang 70 meter dengan lebar 10 meter menggunakan anggaran PNBP.


Sementara itu, pada Tahun Anggaran 2025, dilaksanakan rehabilitasi Segmen II dermaga sepanjang sekitar 107,5 meter dengan lebar 10 meter menggunakan anggaran SBSN.


Herland menambahkan, keberhasilan uji sandar ini diharapkan dapat memperkuat peran Pelabuhan Panarukan dalam mendukung distribusi logistik dan mobilitas penumpang.


Selain itu, pelabuhan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan konektivitas wilayah pesisir Jawa Timur.


“Dengan infrastruktur yang andal, Pelabuhan Panarukan kami dorong menjadi simpul transportasi laut yang meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat rantai pasok regional,” ujarnya.


Seiring meningkatnya kapasitas dan kesiapan dermaga, aktivitas kepelabuhanan di Panarukan diproyeksikan akan semakin padat.


Frekuensi kedatangan kapal, termasuk kapal berkapasitas hingga 1.000 DWT, serta arus barang diperkirakan meningkat signifikan.


“Oleh karena itu, kami berharap seluruh proses pelayanan, perizinan, dan pengawasan kepelabuhanan dapat terus dipercepat tanpa mengurangi standar keselamatan dan kualitas layanan,” pungkasnya. (Sid) 

Bagikan:

Komentar