|
Menu Close Menu

Kokohkan Ikhtiar Tekan Sampah, Satgas Ansor Hijau Sumenep Silaturahim ke Masyayikh Annuqayah

Minggu, 01 Februari 2026 | 13.00 WIB

Satgas Ansor Hijau Sumenep saat silaturahmi dengan Masyayikh Ponpes Annuqayah.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep— Satuan Tugas (Satgas) Ansor Hijau GP Ansor Sumenep terus menguatkan komitmennya dalam pengelolaan dan penanganan sampah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni bersilaturahim dan meminta arahan para masyayikh Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sabtu (31/1/2026).


Silaturahim tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun gerakan lingkungan berbasis nilai keagamaan dan kearifan pesantren


Rombongan Satgas Ansor Hijau mengawali kunjungan dengan menemui Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Guluk-Guluk. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan.


Selanjutnya, rombongan melanjutkan silaturahim ke Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Al-Hasan. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kiai Farid Hasan.


Agenda silaturahim ditutup dengan sowan ke Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Kiai M. Ainul Yaqin. Dalam pertemuan tersebut, Satgas Ansor Hijau menerima sejumlah nasihat terkait kepedulian lingkungan.


Ketua MWCNU Guluk-Guluk, Kiai M. Wasim, menyambut baik kegiatan silaturahim tersebut. Ia berharap pertemuan ini membawa keberkahan dan memperkuat kesinambungan gerakan NU di tengah masyarakat.


“Semoga silaturahim ini menambah keberkahan dan keberlanjutan khidmah, sehingga NU benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.


Sekretaris PC GP Ansor Sumenep, Adi Purnomo, menjelaskan bahwa silaturahim ini merupakan tindak lanjut dari berbagai pertemuan sebelumnya. Menurutnya, upaya penanganan sampah membutuhkan kolaborasi lintas pihak.


“Kami sudah berdiskusi dengan banyak pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup yang mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini,” ungkap Adi.


Sementara itu, Kiai M. Ainul Yaqin menilai persoalan sampah sebagai masalah klasik berskala nasional. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.


“Ada ungkapan, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan sampah. Ini menunjukkan betapa seriusnya persoalan sampah,” tuturnya.


Sebagai tindak lanjut, Satgas Ansor Hijau Sumenep berencana menggelar kerja bakti pembersihan sumber mata air Somber Buddui. Lokasi tersebut berada di Desa Guluk-Guluk, sekitar Pondok Pesantren Annuqayah.


Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (14/2/2026). Sejumlah pihak akan dilibatkan, mulai dari MWCNU, PAC GP Ansor Guluk-Guluk, unsur Forkopimka, hingga masyarakat setempat.


Langkah ini diharapkan menjadi awal penguatan gerakan peduli lingkungan berbasis kolaborasi dan nilai keagamaan di Kabupaten Sumenep. (Yud) 

Bagikan:

Komentar