![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama dalam sebuah acara.(Dok/Istimewa). |
Hal tersebut disampaikan dalam catatan reflektif Abdullah Amas yang mengulas sepuluh makna strategis kehadiran sosok yang akrab disapa Ning Lia tersebut. Ia menilai, kombinasi pengalaman akar rumput, jejaring luas, serta sensitivitas terhadap isu rakyat menjadikan Ning Lia sebagai aktor penting dalam transformasi gerakan alumni.
Berikut 10 peran strategis Ning Lia bagi penguatan IKA-PMII:
1. Menguatkan IKA-PMII sebagai Organisasi yang Membumi
Ning Lia dikenal tumbuh dari akar rumput, sehingga mampu menghadirkan perspektif yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Keterpilihannya sebagai anggota DPD RI mempertegas legitimasi publik atas kiprahnya.
2. Mewarisi Spirit Perjuangan Tokoh Perempuan NU
Kedekatannya dengan Khofifah Indar Parawansa mencerminkan kesinambungan nilai perjuangan perempuan Nahdlatul Ulama yang kini turut menguat dalam tubuh IKA-PMII.
3. Representasi Kepemimpinan Perempuan Masa Depan
Ning Lia dipandang sebagai simbol lahirnya pemimpin perempuan berpengaruh dari rahim organisasi, bahkan kerap disebut sebagai representasi “The Next Khofifah”.
4. Motor Penggerak Organisasi yang Teruji
Rekam jejak di berbagai organisasi menunjukkan kapasitasnya sebagai penggerak yang mampu mendorong akselerasi program secara konkret.
5. Selaras dengan Kepemimpinan yang Rendah Hati
Gaya kepemimpinan yang low profile namun efektif dinilai menciptakan keseimbangan antara stabilitas dan produktivitas dalam organisasi.
6. Inspirasi dan “Mesin Tempur” Kader Perempuan
Bagi kader PMII Putri (KOPRI), Ning Lia menjadi figur inspiratif yang membuktikan perempuan mampu tampil di garis depan perjuangan.
7. Perpaduan Darah Biru NU dan Aktivisme Akar Rumput
Latar belakang kuat di lingkungan NU berpadu dengan pengalaman grassroot menjadikannya figur autentik dan diterima lintas kalangan.
8. Menguatkan Perjuangan Daerah di Tingkat Nasional
Perannya di DPD RI menjadikan Ning Lia sebagai jembatan antara aspirasi daerah dan kebijakan nasional, memperluas ruang advokasi.
9. Penghubung Lintas Organisasi dan Alumni Cipayung
Kemampuan komunikasi lintas organisasi, termasuk dengan Himpunan Mahasiswa Islam dan elemen Cipayung, memperkuat sinergi gerakan mahasiswa dan alumni.
10. Responsif terhadap Isu Rakyat
Ning Lia dikenal cepat merespons persoalan sosial, menegaskan posisi IKA-PMII sebagai organisasi yang hadir dan berpihak pada masyarakat.
Lebih lanjut, Ning Lia juga menunjukkan konsistensi sikap dalam merespons isu publik, termasuk di bidang pendidikan. Ia menegaskan pentingnya pembelajaran tatap muka sebagai upaya menjaga kualitas interaksi dan pembentukan karakter.
“Pembelajaran tatap muka harus tetap menjadi prioritas karena lebih efektif dan mampu menjaga kualitas interaksi. Banyak aspek, seperti praktikum dan pembentukan karakter, yang tidak bisa tergantikan oleh pembelajaran jarak jauh,” ujarnya.
Kehadiran Ning Lia pun dinilai menjadi simbol transformasi IKA-PMII menuju organisasi yang lebih adaptif, inklusif, dan responsif. Tidak hanya sebagai figur simbolik, ia hadir sebagai penggerak yang mendorong perubahan nyata.
Dengan modal legitimasi publik, jaringan yang luas, serta kepekaan terhadap isu rakyat, IKA-PMII kini berada pada momentum strategis untuk memperkuat peran sebagai organisasi alumni yang solid sekaligus berdampak luas bagi masyarakat. (Red)


Komentar