|
Menu Close Menu

Singgung Soal Urbanisasi Pasca Lebaran, Ning Lia Dorong Penguatan Dukungan Fiskal Daerah

Senin, 23 Maret 2026 | 17.57 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat wawancara dengan wartawan.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya— Fenomena perpindahan penduduk dari desa ke kota usai libur Lebaran 1447 Hijriah kembali menjadi sorotan. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengingatkan pentingnya langkah strategis untuk menjaga keseimbangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan perdesaan.


Perempuan yang akrab disapa Ning Lia tersebut menilai, meningkatnya arus urbanisasi perlu disikapi secara komprehensif. Ia menegaskan bahwa perpindahan penduduk dalam skala besar tidak hanya berkaitan dengan dinamika kependudukan, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi yang lebih luas.


“Urbanisasi perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan baru, baik bagi daerah tujuan maupun daerah asal,” ujarnya dalam keterangan pers, Minggu (22/3/2026).


Menurutnya, daya tarik kota besar kerap menciptakan harapan tinggi bagi masyarakat desa. Namun, tanpa kesiapan keterampilan yang memadai, para pendatang berisiko menghadapi tantangan baru, termasuk persaingan kerja yang ketat.


Ia juga mengingatkan bahwa arus perpindahan yang tidak terkendali dapat berdampak pada berkurangnya potensi sumber daya manusia di daerah asal. Jika tenaga produktif terus berpindah ke kota, maka pembangunan di desa dikhawatirkan berjalan kurang optimal.


“Pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan masyarakat lokal. Karena itu, penting menciptakan ekosistem yang membuat masyarakat tetap memiliki peluang dan harapan di daerahnya,” jelasnya.


Sebagai langkah solusi, Ning Lia mendorong pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan Transfer Keuangan ke Daerah (TKD). Ia menilai, penguatan dukungan fiskal menjadi kunci dalam meningkatkan kemandirian ekonomi daerah.


Menurutnya, alokasi anggaran yang memadai akan membantu pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu meninggalkan daerah asal hanya untuk mencari peluang ekonomi.


“Kebijakan fiskal yang tepat akan memperkuat fondasi ekonomi daerah dan mendukung pemerataan pembangunan secara berkelanjutan,” ungkapnya.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan potensi lokal. Dengan dukungan kebijakan yang selaras, setiap wilayah diharapkan mampu berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.


Menutup pernyataannya, Ning Lia menyampaikan harapan agar penguatan ekonomi daerah dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengendalikan urbanisasi. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu tersebut demi terciptanya pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan. (Red) 

Bagikan:

Komentar