|
Menu Close Menu

Anggota DPD RI Lia Istifhama Sebut Kabar Dibukanya Akses Selat Hormuz bagi Kapal RI Jadi Sinyal Hubungan Positif

Selasa, 17 Maret 2026 | 14.44 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya— Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, muncul kabar mengenai dibukanya akses pelayaran bagi kapal Indonesia di Selat Hormuz oleh Iran. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute distribusi energi paling vital di dunia.


Kabar tersebut mendapat perhatian dari anggota DPD RI, Lia Istifhama. Ia menilai langkah tersebut sebagai sinyal positif di tengah dinamika global yang sensitif, sekaligus mencerminkan hubungan baik yang tetap terjaga.


Menurut Lia, kebijakan tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk penghargaan atas empati masyarakat Indonesia terhadap isu kemanusiaan di kawasan Timur Tengah. “Langkah ini mencerminkan adanya ruang dialog dan saling pengertian di tengah situasi yang kompleks,” ujarnya, Selasa (17/3/2026). 


Di sisi lain, dinamika geopolitik kawasan terus berkembang. Sejumlah laporan internasional menyebut China masih mempertimbangkan berbagai bentuk dukungan terhadap Iran, meski tetap berhati-hati agar tidak terlibat langsung dalam konflik.


Perkembangan tersebut turut menjadi perhatian Amerika Serikat yang memantau kemungkinan perubahan arah kebijakan global, terutama terkait stabilitas keamanan dan kepentingan strategis di kawasan.


Lia menegaskan bahwa situasi di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga berpengaruh besar terhadap distribusi energi dunia. Stabilitas jalur pelayaran seperti Selat Hormuz, kata dia, menjadi faktor kunci bagi perekonomian global.


“Jika terjadi perubahan kebijakan geopolitik, dampaknya akan meluas. Karena itu, stabilitas kawasan harus menjadi perhatian bersama komunitas internasional,” katanya.


Hubungan energi juga menjadi salah satu faktor penting dalam dinamika ini. China diketahui merupakan salah satu pembeli utama minyak mentah dari Iran, sehingga keamanan kawasan menjadi kepentingan bersama.


Selain itu, laporan lain menyebut kemungkinan keterlibatan Rusia dalam bentuk dukungan intelijen kepada Iran, meski informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.


Ketegangan meningkat menyusul rangkaian serangan dan aksi balasan antara Iran dan pihak lawannya. Eskalasi konflik ini menimbulkan kekhawatiran global terhadap potensi meluasnya ketegangan yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan serta perdagangan energi dunia.


Meski demikian, Lia berharap semua pihak dapat mengedepankan dialog dan menjaga stabilitas kawasan. Ia menilai, langkah membuka akses pelayaran bagi Indonesia dapat menjadi simbol penting bahwa kerja sama dan empati tetap memiliki ruang di tengah situasi global yang penuh tantangan. (Red) 

Bagikan:

Komentar