|
Menu Close Menu

Dorong Penguatan Kemandirian Nasional, Lia Istifhama Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Kunci Pangan Dunia

Rabu, 25 Maret 2026 | 13.49 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama dalam sebuah acara.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Lia Istifhama, menegaskan pentingnya penguatan kemandirian pangan nasional sebagai langkah strategis untuk menjadikan Indonesia pemain kunci dalam rantai pasok global.


Dalam keterangannya, Senin (25/03/2026), Lia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ketersediaan komoditas pangan dunia. Ia mencontohkan bagaimana Iran mampu menempatkan diri sebagai salah satu pemegang peran penting dalam ketersediaan komoditas global seperti minyak dan pistachio.


“Ini menunjukkan bahwa sebuah negara bisa diakui dunia karena kekuatan komoditas yang dimilikinya. Indonesia memiliki peluang yang sama, bahkan lebih besar,” ujarnya.


Menurut Lia, kekayaan sumber daya alam Indonesia seperti rempah-rempah, kelapa sawit, hingga kakao merupakan modal kuat untuk menjadi pusat produksi dan distribusi komoditas pangan dunia. Potensi tersebut, kata dia, perlu dioptimalkan melalui kebijakan yang berpihak pada penguatan sektor pertanian dan industri berbasis sumber daya lokal.


Ia menambahkan, salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah mengurangi ketergantungan terhadap impor, khususnya untuk komoditas yang sebenarnya dapat dipenuhi dari dalam negeri.


“Ketika kita mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan mengurangi impor pada sektor yang sudah kuat, di situlah pengakuan global terhadap kapasitas Indonesia akan tumbuh,” jelasnya.


Lebih lanjut, Lia menekankan bahwa upaya menuju kemandirian pangan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produktivitas di sektor hulu, penguatan hilirisasi industri, hingga keberpihakan kebijakan terhadap petani dan pelaku usaha dalam negeri.


Menurutnya, momentum ini perlu dimanfaatkan pemerintah untuk merumuskan strategi besar yang tidak hanya menempatkan Indonesia sebagai produsen, tetapi juga sebagai aktor utama dalam menentukan arah pasar komoditas global.


“Indonesia memiliki semua prasyarat untuk menjadi kunci pangan dunia. Tinggal bagaimana kebijakan diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan meningkatkan daya saing di tingkat global,” pungkasnya.


Pernyataan tersebut menjadi dorongan optimistis agar Indonesia mampu memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki, sekaligus memperkuat posisi strategis dalam peta ekonomi dan pangan dunia. (Red) 

Bagikan:

Komentar