|
Menu Close Menu

Gubernur Khofifah Tinjau Kesiapsiagaan SAR Lebaran di Tanjung Perak

Minggu, 22 Maret 2026 | 23.04 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau kisapsiagaan Siaga SAR Khusus Lebaran di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii meninjau kesiapsiagaan Siaga SAR Khusus Lebaran 1447 Hijriah di Pelabuhan Tanjung Perak, Minggu (22/3/2026). 


Peninjauan dilakukan di Posko Terpadu Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026 yang menjadi salah satu titik vital arus mudik dan balik di Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel, kelengkapan sarana prasarana, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kondisi darurat selama periode Lebaran.


Khofifah menegaskan pentingnya kesiapsiagaan yang dilakukan secara menyeluruh dan terukur. Menurutnya, meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran harus diantisipasi dengan langkah-langkah yang matang.


“Kami memastikan seluruh elemen dalam kondisi siap siaga, baik dari sisi personel, peralatan, maupun sistem koordinasi. Risiko harus diantisipasi sejak dini,” ujarnya.


Ia menambahkan, kesiapsiagaan tidak hanya berfokus pada respons saat terjadi keadaan darurat, tetapi juga pada upaya mitigasi yang berkelanjutan melalui koordinasi yang solid.


Selain itu, Khofifah mendorong penguatan edukasi kebencanaan sejak dini, khususnya di lingkungan pendidikan. Menurutnya, kesadaran terhadap risiko bencana perlu ditanamkan sejak usia sekolah guna membangun budaya tanggap bencana.


“Pendidikan kebencanaan penting dikenalkan sejak dini agar terbentuk kesadaran yang kuat di masyarakat,” katanya.


Ia juga mengusulkan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei mendatang dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapsiagaan di sekolah, termasuk melalui pembentukan tim siaga bencana yang melibatkan siswa.


Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menerima penghargaan dari Basarnas atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam operasi penyelamatan korban reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo.


Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan.


“Ini adalah penghargaan untuk seluruh tim di lapangan, mulai dari tim SAR, relawan, tenaga medis, hingga TNI-Polri,” ujarnya.


Khofifah juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi semua pihak yang telah bekerja dalam proses penyelamatan. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi.


Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap tahapan penanganan bencana, mulai dari mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan.


Sementara itu, Mohammad Syafii mengapresiasi dukungan Pemprov Jawa Timur dalam berbagai operasi kemanusiaan. Ia juga menyambut baik usulan penguatan edukasi kebencanaan di sekolah sebagai langkah strategis membangun budaya keselamatan sejak dini.


Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi menjadi daerah percontohan dalam pengembangan program edukasi kebencanaan yang terintegrasi.


“Komitmen dan kesiapan Jawa Timur sangat kuat. Ini bisa menjadi model bagi daerah lain,” ujarnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar