![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama dalam sebuah acara.(Dok/Istimewa). |
Di tengah keterbatasan ruang fiskal negara, Lia menilai program tersebut perlu difokuskan pada kelompok masyarakat rentan, khususnya yang berada pada desil 1, 2, dan 3. Menurutnya, kebijakan MBG merupakan langkah mulia yang berpotensi besar meningkatkan kesejahteraan, asalkan dijalankan secara tepat sasaran.
“Program Makan Bergizi Gratis ini sangat mulia, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh ketepatan penerima manfaat. Prioritas utama harus tetap pada masyarakat yang paling membutuhkan,” ujar Lia, Senin (25/03/2026).
Ia menjelaskan, perluasan cakupan program dapat dilakukan secara bertahap apabila indikator kesejahteraan nasional menunjukkan tren positif. Di antaranya melalui pemerataan layanan kesehatan gratis serta penguatan ekosistem UMKM yang berdaya saing.
Menurutnya, jika fondasi kesejahteraan seperti kesehatan dan ekonomi masyarakat sudah kuat, maka program MBG bisa diperluas secara lebih merata. Namun, pada kondisi saat ini, fokus terhadap kelompok rentan dinilai lebih tepat dan strategis.
Lia juga mengingatkan bahwa pemberian manfaat kepada kelompok masyarakat yang sudah sejahtera berpotensi menurunkan efektivitas program. Bahkan, tidak menutup kemungkinan program tersebut tidak sepenuhnya dimanfaatkan karena perbedaan preferensi konsumsi.
“Perlu ada rasionalisasi dalam penentuan penerima manfaat. Jangan sampai program yang baik ini justru kurang optimal karena tidak sesuai dengan kebutuhan kelompok yang secara ekonomi sudah mapan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Lia menegaskan bahwa masukan terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian dari upaya konstruktif dalam meningkatkan kualitas program publik. Ia mendorong agar setiap kebijakan, termasuk MBG, terus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan dan berbasis data yang akurat.
“Semua program pemerintah pada dasarnya positif. Namun, diperlukan evaluasi dan penyempurnaan agar tujuan besar kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara maksimal,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat penting bahwa implementasi program sosial harus mengedepankan prinsip keadilan dan efektivitas, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan. (Red)


Komentar