|
Menu Close Menu

Mudik Lebaran Hemat BBM Ala Senator Ning Lia Istifhama

Selasa, 17 Maret 2026 | 17.52 WIB

 

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 diminta untuk mulai beralih ke transportasi massal guna menekan pengeluaran di tengah fluktuasi harga energi global. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan bahwa program mudik gratis yang difasilitasi pemerintah merupakan solusi paling efektif untuk menghemat anggaran sekaligus berkontribusi pada efisiensi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).


"Sebagai wakil masyarakat Jawa Timur, saya mendorong warga untuk memanfaatkan program mudik gratis yang telah disediakan pemerintah. Ini bukan sekadar fasilitas, tapi wujud hadirnya negara untuk meringankan beban masyarakat di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu akibat gejolak energi global," ujar Ning Lia sapaan akrabnya dalam dialog interaktif bertema Mudik Gratis: Solusi Hemat di Tengah Gejolak Energi yang digelar di Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya, Selasa (17/3/2026).


Lantas, bagaimana strategi jitu mudik hemat versi Ning Lia? Menurutnya, peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal mampu menekan konsumsi BBM secara signifikan. Ia menjelaskan bahwa secara teori efisiensi energi, satu unit bus dengan kapasitas 50 penumpang dapat menggantikan puluhan kendaraan pribadi yang masing-masing hanya mengangkut dua hingga tiga orang.


"Ketika ribuan pemudik memilih menggunakan bus, kapal laut, atau kereta api yang disediakan pemerintah, kita secara kolektif menghemat konsumsi BBM dalam jumlah besar. Selain itu, tingkat keselamatan perjalanan juga jauh lebih terjamin karena armada dikemudikan oleh sopir profesional yang telah melalui berbagai uji kelayakan dan pemeriksaan kesehatan," papar wanita yang juga dikenal sebagai aktivis pemberdayaan masyarakat itu.


Ning Lia menambahkan, kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah pada 16–17 Maret dan 25–27 Maret 2026 harus dimanfaatkan dengan cerdas. WFA memungkinkan aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan swasta untuk bekerja dari kampung halaman, sehingga arus mudik bisa diatur lebih awal dan tidak menumpuk di satu waktu.


"Kebijakan WFA ini memberikan fleksibilitas waktu. Masyarakat bisa mengatur jadwal keberangkatan lebih awal atau lebih akhir, sehingga tekanan pada infrastruktur jalan bisa berkurang. Ini penting karena kemacetan panjang adalah salah satu biang keladi pemborosan BBM," tutur Ning Lia yang juga tercatat sebagai anggota Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Surabaya itu.


Apa saja tips praktis yang dibagikan Ning Lia untuk menghemat BBM? Dalam kesempatan tersebut, ia merinci sejumlah langkah konkret yang bisa diterapkan pemudik, terutama bagi mereka yang tetap menggunakan kendaraan pribadi karena satu dan lain hal.


Pertama, terapkan teknik mengemudi efisien atau eco-driving. "Hindari akselerasi dan pengereman mendadak. Jaga kecepatan stabil dan gunakan gigi yang tepat, jangan memaksa kendaraan bekerja pada RPM tinggi. Ini bisa menghemat BBM hingga 30 persen," ujarnya.


Kedua, lakukan perawatan kendaraan secara rutin sebelum berangkat. "Pastikan tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan. Ban yang sedikit kempes saja sudah membuat mesin bekerja ekstra. Lakukan servis ringan, ganti oli jika diperlukan, dan pastikan filter udara bersih agar pembakaran sempurna," imbuh Ning Lia.


Ketiga, atur manajemen beban dan penggunaan AC. Ia mengingatkan agar pemudik tidak membawa barang-barang tidak penting yang justru menambah bobot kendaraan. "Setiap tambahan 50 kilogram beban bisa meningkatkan konsumsi BBM hingga dua persen. Gunakan AC sewajarnya, dan saat melaju di kecepatan tinggi pastikan jendela tertutup untuk mengurangi hambatan angin," terangnya.


Lebih lanjut, Ning Lia juga menekankan pentingnya perencanaan perjalanan yang matang. Ia menganjurkan pemudik untuk memilih rute alternatif guna menghindari kemacetan dan menggabungkan beberapa keperluan dalam satu perjalanan agar lebih efektif.


"Jangan lupa cek ketersediaan BBM di sepanjang jalur mudik. Isi tangki saat masih setengah untuk antisipasi antrean panjang di SPBU. Ini pengalaman berharga dari tahun-tahun sebelumnya yang harus kita antisipasi," pesan Ning Lia.


Menutup dialog yang berlangsung hangat tersebut, Ning Lia menyampaikan harapannya agar kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi massal terus meningkat. Ia mengapresiasi langkah berbagai pihak yang telah menyediakan armada mudik gratis, termasuk Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri yang memberangkatkan puluhan ribu pemudik serta PT Pertamina yang turut serta dalam program serupa.


"Ke depan, saya berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan swasta dalam menyediakan mudik gratis terus diperluas. Ini investasi jangka panjang untuk efisiensi energi nasional dan pengurangan kemacetan. Manfaatkan fasilitas ini, karena selain hemat, mudik gratis juga menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan kita bersama keluarga," pungkas Ning Lia. (Red) 

Bagikan:

Komentar