![]() |
| Kegiatan GP Ansor Bawean yaitu Ansor Bertani. (Dok/Istimewa). |
Mengusung tema “Ansor Bertani”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) GP Ansor ke-92. Momentum tersebut sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam mendorong ketahanan pangan nasional berbasis kader dan potensi lokal.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung pengelolaan lahan seluas satu hektar yang ditanami berbagai komoditas hortikultura. Tercatat, sekitar 3.000 tanaman semangka, 1.500 melon, 1.500 kacang panjang, serta masing-masing 1.000 tanaman mentimun, tomat, dan terong tumbuh subur dan tertata rapi.
Diversifikasi tanaman ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas hasil panen sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian. Selain itu, pola tanam yang variatif juga dinilai mampu meminimalkan risiko gagal panen.
Kunjungan PW GP Ansor Jawa Timur tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk apresiasi atas inovasi dan kerja keras kader Ansor Bawean dalam mengembangkan sektor pertanian secara berkelanjutan. Dukungan pun disampaikan agar model ini dapat direplikasi di berbagai daerah lain.
Ketua PC GP Ansor Bawean, Nanang Qosim, menegaskan bahwa program “Ansor Bertani” merupakan langkah konkret dalam menjawab tantangan ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian organisasi.
“Program ini bukan sekadar kegiatan pertanian, tetapi bagian dari ikhtiar membangun kemandirian kader dan masyarakat. Kami ingin Ansor hadir sebagai solusi, terutama dalam penguatan ekonomi berbasis potensi lokal,” ujarnya.
Menurut Nanang, keterlibatan kader dalam sektor produktif seperti pertanian menjadi semakin penting di tengah dinamika ekonomi saat ini. Ia menilai, Ansor perlu terus bertransformasi menjadi organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi umat.
Melalui program ini, kader GP Ansor diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. Inisiatif “Ansor Bertani” pun menjadi bukti bahwa penguatan ideologi dan kaderisasi dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara konkret. (Had)


Komentar