![]() |
| H.Deni Prasetya, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur.(Dok/Istimewa). |
Dalam kunjungannya, Menteri Amran menyaksikan langsung melimpahnya stok beras hasil panen petani lokal yang tersimpan di gudang-gudang Bulog. Bahkan, antrean truk pengangkut beras masih terlihat memadati area sekitar gudang, menandakan tingginya produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut.
Anggota DPRD Jawa Timur, Deni Prasetya, menilai capaian swasembada pangan yang diraih provinsi ini merupakan fakta yang tidak terbantahkan. Berdasarkan data yang dihimpun, produksi beras Jawa Timur telah mencapai 1,2 juta ton, dengan sekitar 615.000 ton di antaranya telah tersimpan di gudang Bulog.
“Tadi Pak Menteri Pertanian sudah melakukan sidak dan mengecek langsung data produksi di Jawa Timur yang menunjukkan kondisi surplus. Ini menegaskan bahwa Jawa Timur memang sudah swasembada pangan,” ujar Deni saat mendampingi sidak di gudang Bulog Buduran.
Menurutnya, capaian tersebut layak diapresiasi karena tidak diraih secara instan. Dibutuhkan kerja keras, konsistensi kebijakan, serta perencanaan yang matang untuk menjaga stabilitas produksi pangan di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.
Deni yang juga anggota Komisi B DPRD Jatim menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari peran strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Ia menyebut, selama lima tahun terakhir, Jawa Timur mampu mempertahankan predikat sebagai daerah swasembada pangan secara konsisten.
Selain itu, ia turut mengapresiasi kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur yang dinilai mampu menerjemahkan kebijakan gubernur ke dalam langkah teknis di lapangan.
“Kami juga memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Bapak Heru Suseno, yang telah menjalankan program secara optimal,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Sekretaris Fraksi NasDem DPRD Jatim itu berharap capaian swasembada pangan tidak hanya berhenti pada angka produksi, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga beras agar tetap berpihak pada petani lokal, serta memastikan ketersediaan pupuk tetap terjamin.
“Harapan kami, dengan swasembada pangan ini perhatian pemerintah terhadap petani semakin meningkat, sehingga kesejahteraan mereka juga ikut terdongkrak,” pungkasnya.
Dengan capaian tersebut, Jawa Timur diharapkan terus menjadi motor penggerak ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga kemandirian sektor pangan. (Red)


Komentar