|
Menu Close Menu

Tempo Respons Aksi Kader NasDem, Sampaikan Maaf dan Buka Ruang Dialog

Rabu, 15 April 2026 | 09.08 WIB

Aksi Kader Partai NasDem ke Kantor Tempo di Jakarta. (Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Jakarta – Redaksi Tempo merespons aksi sejumlah kader Partai NasDem yang mendatangi kantor redaksi di Palmerah Barat, Jakarta Barat, Selasa (14/4/2026). Aksi tersebut dipicu oleh laporan utama dan sampul majalah edisi 12 April 2026 yang menampilkan karikatur Ketua Umum NasDem, Surya Paloh.


Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menyampaikan bahwa pihaknya menghargai langkah kader NasDem yang menyampaikan aspirasi secara langsung. Ia menilai perbedaan pandangan terhadap produk jurnalistik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi.


“Perbedaan perspektif terhadap pemberitaan adalah bagian dari dinamika demokrasi yang sehat,” ujar Setri dalam keterangan resminya, sebagaimana dilansir Tempo.co.


Aksi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut berjalan tertib dan kondusif. Para peserta menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya permintaan klarifikasi atas isi pemberitaan, harapan menjaga akurasi, serta komitmen terhadap etika jurnalistik.


Menanggapi hal itu, redaksi Tempo menegaskan bahwa laporan yang dipublikasikan telah melalui proses jurnalistik yang ketat. Setri memastikan setiap materi pemberitaan disusun berdasarkan verifikasi, prinsip akuntabilitas, serta berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.


Di sisi lain, Tempo juga membuka ruang dialog bagi pihak-pihak yang merasa keberatan. Redaksi mempersilakan NasDem maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi sebagai bagian dari mekanisme koreksi dalam ekosistem pers yang sehat.


“Kami selalu membuka ruang bagi klarifikasi agar informasi yang disajikan tetap berimbang,” katanya.


Lebih lanjut, Setri mengajak semua pihak untuk menyelesaikan perbedaan melalui mekanisme yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yakni melalui Dewan Pers. 


Sebagai bentuk empati, redaksi Tempo juga menyampaikan permohonan maaf atas dampak yang ditimbulkan oleh sampul majalah tersebut, khususnya jika dinilai menyinggung pihak tertentu. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari komitmen menjaga profesionalisme sekaligus merawat hubungan baik dengan berbagai pihak.


Peristiwa ini mencerminkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan pers dan sensitivitas publik. Di tengah dinamika tersebut, ruang dialog, keterbukaan, dan sikap saling menghormati menjadi fondasi penting dalam merawat iklim demokrasi yang sehat dan konstruktif. (Had) 

Bagikan:

Komentar