|
Menu Close Menu

Alumni Pesantren Bentuk Forum IHSAN Bangkalan, Perkuat Silaturahmi Santri se-Nusantara

Kamis, 14 Mei 2026 | 11.41 WIB

Pertemuan Pembentukan IHSAN Kabupaten Bangkalan di Ponpes Ibnu Cholil, Bangkalan.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Bangkalan— Sejumlah alumni dari berbagai pondok pesantren menggelar pertemuan dalam rangka pembentukan Ikatan dan Himpunan Santri Alumni se-Nusantara (IHSAN) Kabupaten Bangkalan di Pondok Pesantren Ibnu Cholil, Bangkalan, Rabu (13/5/2026) malam.


Pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat jaringan silaturahmi antaralumni pesantren lintas daerah sekaligus menegaskan komitmen kalangan santri dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 


Hadir di antaranya KH. Abdul Halim Nasir, alumni Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, KH. Imam Buchori Cholil, alumni Pondok Pesantren Salafiyah Sukorejo Situbondo sekaligus Pengasuh PP Ibnu Cholil Bangkalan, Yusron dan Sulaiman dari IKAPDAR, Dr. H. Kholifi Aziz, alumni Pondok Pesantren Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan sekaligus bagian dari IKSANDHI, serta Abdul Wahid selaku Ketua Alumni Pesantren Bujahan, Bangkalan. 


Inisiator Forum IHSAN, KH Muhammad Ali Cholil, menjelaskan bahwa pembentukan forum tersebut merupakan bagian dari penguatan jaringan alumni pesantren di tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.


“Ya tadi itu kita membentuk pengurus koordinator IHSAN Kabupaten Bangkalan,” ujar KH Muhammad Ali Cholil saat diwawancarai media.


Menurutnya, pembentukan forum IHSAN sebelumnya telah dilakukan di sejumlah daerah di Kalimantan Timur, seperti Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara. Ke depan, forum tersebut akan terus diperluas ke berbagai wilayah lain, termasuk Pulau Madura.


Ia menyebutkan, dalam waktu dekat pembentukan forum serupa juga akan dilakukan di Kabupaten Sampang dan Pamekasan sebagai bagian dari penguatan jaringan santri alumni di daerah.


KH Muhammad Ali Cholil mengatakan, IHSAN hadir sebagai wadah besar yang menghimpun berbagai organisasi alumni pesantren dari seluruh Nusantara. Selama ini, kata dia, masing-masing ikatan alumni masih berjalan sendiri sesuai asal pesantrennya.


“Kalau selama ini ada ikatan alumni Lirboyo, alumni Sidogiri, atau alumni Sukorejo yang berjalan sendiri-sendiri, maka IHSAN hadir untuk mewadahi semuanya dalam satu forum silaturahmi besar antaralumni pesantren,” jelasnya.


Ia menambahkan, sejumlah pesantren besar di Jawa Timur telah menyambut baik gagasan pembentukan forum tersebut, di antaranya Pesantren Sukorejo, Nurul Jadid, Sidogiri, Genggong, Tambakberas, Darul Ulum Peterongan, Lirboyo, hingga Langitan.


Menurutnya, pusat IHSAN nantinya direncanakan berada di Kalimantan Timur, tepatnya di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sementara deklarasi nasional forum tersebut direncanakan berlangsung di Bangkalan.


Selain menjadi wadah silaturahmi, IHSAN juga akan melakukan pendataan jaringan alumni pesantren di setiap daerah, termasuk data pesantren, guru, dan para kiai yang memiliki hubungan dengan alumni di masing-masing kabupaten maupun kota.


Sementara itu, Dr H Kholifi Aziz menjelaskan hasil keputusan pembentukan pengurus sementara IHSAN Kabupaten Bangkalan.


Dalam susunan kepengurusan tersebut, H. Khoirul Zama dari IKSAS Sukorejo ditetapkan sebagai ketua, H. Haidi dari ISFAK Al Falah Kepang sebagai sekretaris, dan Dr H Kholifi Aziz dari IKSANDHI sebagai bendahara.


Ia juga mengungkapkan bahwa Forum IHSAN Nasional berencana menggelar deklarasi nasional dan haul akbar pada 31 Oktober 2026 atau bertepatan dengan 20 Jumadil Ula di Pondok Pesantren Salafiyah Al Falah Kepang, Bangkalan.


Selain deklarasi nasional, kegiatan tersebut nantinya juga akan diisi dengan tahlil bersama untuk para masyayikh, syuhada, dan pahlawan nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan ulama dan pendiri bangsa.


Forum IHSAN diharapkan menjadi ruang kolaborasi antaralumni pesantren dalam memperkuat nilai keislaman, kebangsaan, dan persaudaraan santri di seluruh Indonesia. (Had) 

Bagikan:

Komentar