![]() |
| Wakil Rektor III UNEJ menyematkan jaket KKN kepada perwakilan peserta KKN periode II tahun akademik 2025/2026 disaksikan Wakil Rektor I dan IV. (Dok/Istimewa). |
Pelepasan dilakukan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UNEJ, Prof. Slamin. Dalam arahannya, ia menekankan empat pesan penting yang harus menjadi pedoman mahasiswa selama menjalankan KKN.
Pesan pertama adalah menjaga nama baik almamater. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menghormati adat istiadat dan budaya masyarakat di lokasi KKN. Apalagi, tahun ini lokasi pengabdian tidak hanya berada di wilayah eks Karesidenan Besuki atau Sekar Kijang, tetapi juga menjangkau Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga negara Timor Leste.
Pesan kedua, mahasiswa diminta tidak bersikap menggurui masyarakat. Sebaliknya, mereka harus menjadikan KKN sebagai ruang belajar untuk memperoleh pengalaman yang tidak didapatkan selama berada di bangku perkuliahan.
"Ketiga, berikan solusi walau sekecil apa pun sehingga KKN UNEJ benar-benar berdampak. Terakhir, manfaatkan program KKN sebagai arena mengasah soft skill kalian, seperti kemampuan bekerja sama dalam kelompok, kepemimpinan, dan kemampuan persuasif. Sebab kemampuan tersebut memang akan kalian dapatkan di lapangan," pesan Prof. Slamin.
Sementara itu, Sekretaris III Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNEJ, Ali Badrudin, menjelaskan pelepasan mahasiswa dilaksanakan secara hibrida karena sebagian peserta telah berada di lokasi KKN.
Ia mengatakan, LP2M UNEJ terus mengembangkan pelaksanaan KKN agar semakin memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui program KKN Kolaborasi Sekar Kijang yang melibatkan perguruan tinggi lain.
Pada KKN periode II Tahun Akademik 2025/2026, sebanyak 2.024 mahasiswa UNEJ mengikuti program KKN Kolaborasi Sekar Kijang. Mereka akan berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso.
"Untuk mahasiswa yang mengikuti program KKN UNEJ Membangun Desa ada 115 orang, dengan perincian di Kabupaten Malang sebanyak 25 orang dan di Kabupaten Pasuruan sebanyak 90 orang. Sisanya mengikuti program KKN 3T di Provinsi NTT dan KKN Internasional di negara Timor Leste," jelas Ali Badrudin.
Salah satu peserta KKN Internasional, Yohana Butu, mengaku siap menjalankan pengabdian di Timor Leste. Mahasiswi asal Atambua, NTT, itu sengaja memilih program tersebut karena memiliki kedekatan budaya dengan masyarakat setempat.
Bersama lima rekannya, Yohana akan menjalankan sejumlah program, mulai dari desa sehat, pengentasan stunting hingga pemetaan potensi desa.
"Kebetulan saya bisa berbahasa Tetun walau belum fasih benar, jadi semoga dengan modal ini kami bisa melaksanakan semua program yang kami rencanakan. Sekalian pulang kampung sebab dari Kota Atambua asal saya ke Baucau di Timor Leste hanya butuh perjalanan darat tiga jam saja," tutur mahasiswi Program Studi Televisi dan Film tersebut.
Selain melaksanakan program pengabdian, Yohana juga berencana membuat film pendek yang mengangkat potensi wilayah lokasi KKN-nya di Timor Leste.
Kegiatan pelepasan KKN mahasiswa periode II Tahun Akademik 2025/2026 turut dihadiri para dekan di lingkungan UNEJ serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jember. Seluruh mahasiswa peserta KKN juga mendapatkan perlindungan melalui program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian di daerah penempatan masing-masing. (Red)


Komentar