|
Menu Close Menu

Gus Yahya Masuk Delegasi Indonesia untuk Takziah ke Makam Sayyid Ali Khamenei

Jumat, 10 Juli 2026 | 18.56 WIB

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat memberikan penghormatan dan takziah ke mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Sayyid Ali Khamenei. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mendapat tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dalam delegasi Indonesia yang akan memberikan penghormatan dan takziah di makam mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Sayyid Ali Khamenei.


Gus Yahya menjelaskan, penugasannya bersifat pribadi dan bukan mewakili PBNU secara kelembagaan.


"Tidak ada komunikasi resmi dengan PBNU, tapi saya dihubungi secara pribadi," ujar Gus Yahya kepada NU Online di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026) malam.


Menurutnya, delegasi Indonesia terdiri atas Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Luar Negeri Sugiono, dirinya, Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, serta Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Santo Darmosumarto.


"Delegasi Indonesia ke Iran terdiri atas Ketua MPR, Menteri Luar Negeri, saya, Prof Dr Syafiq A Mughni, dan Dirjen Asia Pasifik-Afrika Kemlu," jelas mantan juru bicara Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).


Selain menjalankan tugas negara mewakili Presiden, Gus Yahya mengaku akan menyampaikan rasa belasungkawa dari warga Nahdlatul Ulama atas wafatnya Sayyid Ali Khamenei.


"Karena faktanya warga NU ikut berbela sungkawa," katanya.


Ia menjelaskan, agenda utama delegasi Indonesia di Iran adalah berziarah dan memberikan penghormatan di makam Sayyid Ali Khamenei.


"Ya ziarah dan takziyah," ujarnya singkat.


Delegasi Indonesia dijadwalkan berangkat pada Jumat (10/7/2026) dini hari WIB dan tiba di Teheran saat waktu Subuh setempat. Selain mengikuti rangkaian penghormatan di makam Sayyid Ali Khamenei, rombongan juga dijadwalkan menghadiri pertemuan dengan parlemen Iran.


"Ke pemakaman, terus ketemu Ketua Parlemen bersama Menlu, pulang," tutur Gus Yahya.


Menanggapi gugurnya Sayyid Ali Khamenei akibat serangan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026, Gus Yahya kembali menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi.


Ia berharap para pemimpin dunia lebih mengedepankan jalan damai dibandingkan konflik bersenjata yang hanya menambah penderitaan masyarakat.


"Semoga dapat mencapai kesepakatan dengan Iran untuk menghentikan kekerasan dan menolong seluruh masyarakat internasional dan kemanusiaan dari beban berat akibat peperangan yang telah terjadi," ungkapnya.


Alumnus Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta, itu juga mendoakan agar Allah SWT membuka hati para pemimpin dunia, khususnya para pemimpin negara-negara muslim di kawasan Timur Tengah, agar mengutamakan perdamaian.


"Karena perdamaian itu adalah kepentingan bersama dari semua orang," tegas Gus Yahya. (Red) 

Bagikan:

Komentar