|
Menu Close Menu

Muktamar ke-35 NU Digelar di Tambakberas Jombang, Anggota DPD RI Lia Istifhama: Saatnya Kembali ke Ruh Perjuangan Muassis

Rabu, 08 Juli 2026 | 22.36 WIB

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sebagai lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.


Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Gabungan Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU yang digelar di Gedung PBNU Lantai 8, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).


Penetapan lokasi forum tertinggi Nahdlatul Ulama itu mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, salah satunya Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama.


Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai pemilihan Pondok Pesantren Tambakberas sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 merupakan keputusan yang sarat makna historis dan ideologis bagi perjalanan organisasi.


Menurutnya, Kabupaten Jombang, khususnya kawasan Tambakberas, memiliki hubungan sejarah yang sangat erat dengan lahir dan berkembangnya Nahdlatul Ulama.


"Kabupaten Jombang yang dikenal luas sebagai Kota Santri itu merupakan tempat lahir dan tumbuhnya para ulama besar yang menjadi pendiri sekaligus penggerak utama lahirnya NU," ujar Ning Lia kepada awak media, Rabu (8/7/2026).


Ia menyebut sejumlah ulama besar yang menjadi muassis NU berasal dari Jombang, di antaranya almaghfurlah KH Hasyim Asy'ari, almaghfurlah KH Abdul Wahab Chasbullah, dan almaghfurlah KH Bisri Syansuri.


Karena itu, menurut Ning Lia, pelaksanaan Muktamar ke-35 di Tambakberas bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan, melainkan momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai perjuangan para pendiri NU.


"Kita semua tahu bagaimana sejarah panjang Pesantren Tambakberas yang menjadi cikal bakal berdirinya pesantren-pesantren besar lainnya di Jombang. Pesantren Denanyar, Pesantren Tebuireng, hingga Rejoso itu masih mempunyai hubungan genealogi yang sangat erat dengan Tambakberas," jelasnya.


Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu menambahkan, penetapan Tambakberas sebagai lokasi Muktamar juga membawa misi ideologis, yakni menghidupkan kembali ruh perjuangan para muassis dalam membangun Islam yang moderat dan menjaga persatuan bangsa.


Menurutnya, warisan perjuangan para ulama harus terus dirawat oleh generasi penerus sebagai bagian dari komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


"Jombang adalah rumah besar bagi para ulama dan pesantren. Sehingga terpilihnya Tambakberas dipastikan dapat menjadi bagian penting dari catatan sejarah besar Nahdlatul Ulama dari masa ke masa," tuturnya.


Ning Lia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan Muktamar ke-35 di Jombang menjadi momen yang mengingatkan kembali suksesnya penyelenggaraan Muktamar ke-33 NU pada 2015 yang juga berlangsung di Kabupaten Jombang dengan melibatkan empat pesantren utama.


Menjelang pelaksanaan Muktamar, ia mengajak seluruh warga Nahdliyin dan peserta dari berbagai daerah menjadikan forum tersebut sebagai momentum refleksi, bukan sekadar menghadiri agenda organisasi.


Ia berharap para muktamirin dapat meneladani peran, pemikiran, diplomasi, dan ketokohan para pendiri NU, khususnya KH Abdul Wahab Chasbullah yang berasal dari Tambakberas.


Di akhir keterangannya, Ning Lia berharap Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif, penuh persatuan, kebersamaan, dan keberkahan, sehingga mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis bagi masa depan organisasi serta kemaslahatan jam'iyah Nahdlatul Ulama. (Red) 

Bagikan:

Komentar