|
Menu Close Menu

Siapkan Mental Mahasiswa KKN, Prodi Psikologi dan LPPM Unira Malang Gelar Seminar Pemberdayaan Psikologis

Kamis, 09 Juli 2026 | 20.11 WIB

Kegiatan Seminar Pemberdayaan Psikologis dan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Genap 2026 Unira, Malang.(Dok/istimewa). 
Lensajatim.id, Malang – Program Studi (Prodi) Psikologi bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang menggelar Seminar Pemberdayaan Psikologis dan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Genap 2026 sebagai bekal bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke desa-desa mitra.


Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (9/7/2026) di Aula KH. Moch. Said, Lantai 3 Gedung A Unira Malang itu dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang IV Unira Malang, Dr. Abdur Rofiq, M.Pd., bersama dosen pembimbing lapangan (DPL) dan mahasiswa peserta KKN-T Genap 2026.


Kepala LPPM Unira Malang, Abdillah, mengatakan seminar ini merupakan ikhtiar kampus untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dinamika kehidupan masyarakat selama menjalani program live-in di desa.


"KKN sebagai pengabdian di tengah masyarakat, yang pada intinya kegiatan hari untuk membekali mahasiswa dapat belajar di tengah dinamika masyarakat desa, live-in di desa," ujar Abdillah yang akrab disapa Abe.


Menurutnya, pembekalan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan sebelum mahasiswa diterjunkan ke berbagai lokasi KKN-T yang tersebar di desa-desa mitra.


Sementara itu, dalam sambutannya, Dr. Abdur Rofiq menekankan bahwa mahasiswa harus memiliki kesiapan lahir dan batin agar mampu menjalankan KKN secara maksimal.


"KKN pada intinya mahasiswa harus berinovasi dan berkolaborasi dengan masyarakat desa, karenanya bangun kepercayaan dengan para pihak di desa," pesan pria yang akrab disapa Ndan Rofiq itu.


Seminar menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang psikologi, yakni Guru Besar Psikologi Pendidikan UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Prof. Dr. Abdul Muhid, M.Si., serta Ketua Program Studi Psikologi Unira Malang, Abdul Latief A.A., S.Psi., M.Si.


Dalam pengantar seminar, Abdul Latief menjelaskan bahwa keberhasilan program KKN tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis mahasiswa dalam melaksanakan program kerja, tetapi juga kesiapan mental, kemampuan beradaptasi, dan kecakapan membangun hubungan dengan masyarakat.


"Mahasiswa KKN akan berhadapan dengan berbagai karakter masyarakat, budaya lokal, serta tantangan lapangan yang beragam. Karena itu, penguatan aspek psikologis menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu menjalankan program pengabdian secara efektif dan berdampak," ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, Prof. Abdul Muhid memaparkan konsep Pemberdayaan Psikologis, yang juga menjadi tema utama buku karyanya berjudul Pemberdayaan Psikologis: Teori, Metode, dan Praktik.


Menurutnya, pemberdayaan psikologis merupakan proses membangun kesadaran, rasa percaya diri, kompetensi, serta kemampuan individu untuk mengambil peran aktif dalam lingkungan sosial.


"Mahasiswa harus memiliki rasa percaya diri, makna dalam setiap aktivitas yang dilakukan, serta keyakinan bahwa dirinya mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Inilah esensi dari pemberdayaan psikologis," terang Prof. Muhid.


Ia menambahkan, pendekatan psikologis memiliki peran penting dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dengan memahami kebutuhan dan karakter masyarakat, mahasiswa akan lebih mudah membangun kepercayaan (trust), sehingga program yang dijalankan dapat diterima dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.


Selain seminar, kegiatan tersebut juga menjadi momentum akademik melalui sesi bedah buku yang mengulas berbagai perspektif mengenai pemberdayaan psikologis, mulai dari landasan teoritis hingga implementasinya dalam dunia pendidikan, organisasi, dan pemberdayaan masyarakat.


Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai penerapan konsep pemberdayaan psikologis dalam kegiatan KKN maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut para dosen pembimbing lapangan (DPL), dosen Unira Malang, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Dr. Yusuf Azwar Anas, S.E., M.M., Tim Sebelas LPPM Unira Malang, serta para ketua program studi di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unira Malang. (Aud)

Bagikan:

Komentar