|
Menu Close Menu

SPMB 2026 Kembali Tercoreng, Seragam Rp2,5 Juta Dijual di SMAN 1 Kalisat, Kepsek Malah Minta Tak Diekspos

Jumat, 10 Juli 2026 | 08.02 WIB

SMK Negeri Kalisat, Kabupaten Jember.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jember - Di tengah larangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar sekolah tidak menjadikan pengadaan seragam maupun kain seragam sebagai ajang bisnis, praktik penjualan seragam bernilai lebih dari Rp2,5 juta justru ditemukan di SMAN 1 Kalisat, Kabupaten Jember.


Sejumlah wali murid mengaku diarahkan membeli paket seragam melalui koperasi sekolah. Nilainya pun tidak sedikit, mencapai lebih dari Rp2,5 juta untuk setiap siswa.


"Iya diarahkan beli di sekolah waktu daftar ulang. Bayarnya Rp2,5 juta lebih," ungkap seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.


Menurutnya, hampir seluruh siswa baru membeli seragam di sekolah sehingga ia merasa tidak memiliki pilihan lain.


"Ya gimana lagi, semua pada beli di sekolah," ujarnya.


Pengakuan serupa disampaikan seorang siswa baru yang ditemui saat mengurus seragam di koperasi sekolah.


"Iya, bayar Rp2,5 juta lebih sedikit," katanya.


Fakta tersebut tidak dibantah Kepala SMAN 1 Kalisat, Wibisono. Ia membenarkan koperasi sekolah menyediakan seragam bagi siswa baru, namun berdalih hanya melayani siswa yang ingin memesan.


"Kami hanya menyediakan bagi siswa yang ingin memesan," ujarnya, Kamis (9/7/2026).


Namun, alih-alih memberikan penjelasan mengenai mekanisme penjualan seragam bernilai jutaan rupiah itu, Wibisono justru memohon agar persoalan tersebut tidak diberitakan.


"Kami sejatinya hanya ingin melayani mereka dengan baik, jadi mohon agar yang sudah baik ini kemudian menjadi tidak baik," pintanya.


Di sela-sela konfirmasi, Kepala sekolah Wibisono juga menyampaikan bahwa pihaknya baru saja menerima kunjungan Kepala Cabang Dinas Pendidikan bersama Kasi Pendidikan Provinsi Jawa Timur. (Eko) 

Bagikan:

Komentar