|
Menu Close Menu

Kenaikan Tarif Cukai Bukan Alasan, Owner Ayunda Group Dukung Ketegasan Pemerintah Gempur Rokok Ilegal

Rabu, 09 September 2026 | 10.37 WIB

 

Owner Ayunda Group, H. Bambang Budianto.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Pamekasan— Di tengah persaingan ketat industri hasil tembakau, pabrikan rokok lokal Madura terus berupaya memperkuat eksistensinya.


Owner Ayunda Group, H. Bambang Budianto, menilai ancaman terbesar bagi pengusaha rokok lokal saat ini bukan ekspansi pabrikan kelas atas, melainkan maraknya peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai.


Pria yang akrab disapa Haji Bambang itu mengatakan, konsumen pada dasarnya telah memiliki segmentasi tersendiri dalam memilih produk. Pilihan tersebut disesuaikan dengan cita rasa maupun harga berdasarkan tingkatan kelas pabrikan.


Namun, maraknya rokok tanpa pita cukai dinilai merusak peta persaingan dan menjadi tantangan terberat bagi pelaku usaha yang menjalankan bisnis sesuai aturan.


"Yang menjadi bumerang dan pesaing berat itu bukan perusahaan rokok kelas kakap, justru pabrikan yang menghasilkan rokok ilegal. Makanya kami sangat mendukung pemerintah melakukan operasi gempur rokok ilegal," ujar Haji Bambang saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (8/9/2026).


Terkait kebijakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau, Ayunda Group menilai dinamika tersebut sebagai bagian dari penyesuaian regulasi yang wajar.


Haji Bambang menegaskan, kenaikan harga merupakan hal yang wajar dalam skema perekonomian. Ia mengibaratkannya seperti penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).


Karena itu, kenaikan tarif cukai tidak boleh dijadikan alasan bagi produsen untuk melegalkan praktik produksi rokok tanpa pita cukai.


Menurutnya, pelaku usaha harus tetap menjalankan kegiatan produksi sesuai ketentuan yang berlaku. Sebab, keberadaan rokok ilegal tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menciptakan persaingan yang tidak sehat bagi pabrikan yang patuh terhadap regulasi.


Dia juga berharap penyerapan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) oleh pemerintah daerah dapat difokuskan secara optimal untuk penindakan rokok ilegal.


Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan iklim usaha yang sehat sekaligus memberikan ruang bagi industri rokok lokal untuk berkembang secara kompetitif.


"Kita hidup di bawah naungan negara, jadi harus mengikuti aturan. Pemerintah juga sudah memberikan regulasi yang sangat positif untuk pengusaha lokal agar bisa berkembang seperti pabrik-pabrik besar yang ada di Indonesia," pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar