![]() |
| Kegiatan Aksi Bergizi di Pesantren tahun 2026.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan tersebut mengusung tema “Wujudkan Pesantren yang Sehat, Santri yang Kuat, dan Generasi Pamekasan yang Unggul.”
Aksi Bergizi diisi dengan senam bersama, makan bergizi bersama, serta pemberian tablet tambah darah bagi santri putri. Pemberian tablet tambah darah menjadi bagian dari upaya pencegahan anemia dan stunting.
Kegiatan ini menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi penting bagi tumbuhnya generasi yang sehat, produktif, sekaligus memiliki kesiapan belajar yang optimal.
Pendidikan yang bermutu berangkat dari manusia yang sehat secara jasmani dan kuat secara mental. Karena itu, pesantren sebagai ruang pembentukan generasi memiliki tanggung jawab untuk membangun budaya hidup sehat sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Aksi Bergizi menjadi ruang edukasi yang mempertemukan aspek kesehatan, pendidikan, dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan tersebut, para santri diharapkan memahami bahwa menjaga kesehatan tubuh merupakan bagian dari ikhtiar menjaga amanah kehidupan.
Direktur Utama IBS PKMKK, Prof. Dr. Achmad Muhlis, MA, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Puskesmas Talang, serta MTs/MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
" Saya berharap kegiatan Aksi Bergizi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Pamekasan terhadap kesehatan santri di pondok pesantren," Jelasnya.
Sementara itu, Kepala MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning, Dr. Heni Listiana, M.Pd., berharap kegiatan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui MoU dan MoA.
Dengan demikian, kerja sama di bidang kesehatan pesantren memiliki landasan kelembagaan serta keberlanjutan program yang lebih terukur.
Dalam kesempatan tersebut, Rizki Syamlan, S.KM., MM., Koordinator Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, bersama tim Puskesmas Talang turut memberikan edukasi mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
Sementara dr. Feny Retno Ningrum, Dokter Umum Puskesmas Talang, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap skabies. Penyakit kulit menular tersebut mudah berkembang di lingkungan dengan kepadatan hunian tinggi.
Edukasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif bahwa kesehatan pesantren membutuhkan kebiasaan hidup bersih, pengawasan, serta pencegahan secara bersama.
Perhatian terhadap kesehatan santri juga diarahkan pada kualitas air yang digunakan dan dikonsumsi di lingkungan IBS PKMKK.
Prof. Achmad Muhlis meminta Puskesmas Talang bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel air, termasuk air bor yang digunakan santri.
Pengujian tersebut diperlukan untuk memastikan kualitas dan kelayakan air sekaligus mendeteksi kemungkinan kandungan yang berisiko bagi kesehatan, termasuk kontaminan seperti mikroplastik dan unsur berbahaya lainnya.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk pencegahan dini agar sumber air yang digunakan para santri benar-benar aman dan tidak menjadi faktor risiko muncul maupun menularnya penyakit.
Aksi Bergizi di Pesantren akhirnya menemukan makna yang lebih luas. Pesantren yang sehat menjadi fondasi bagi santri yang kuat, sedangkan santri yang sehat merupakan investasi bagi masa depan Pamekasan.
Sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pesantren, madrasah, dan keluarga menjadi modal sosial untuk membangun lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Dari pesantren yang peduli terhadap kesehatan, diharapkan tumbuh generasi Pamekasan yang unggul dalam ilmu, kuat dalam karakter, sehat dalam kehidupan, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat. (Red)


Komentar