![]() |
| Kegiatan lomba di SDN Kemayoran 2 Bangkalan.(Dok/Istimewa). |
Semangat inilah yang dihidupkan SDN Kemayoran 2 melalui berbagai lomba dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober.
Kegiatan tersebut dikemas melalui lomba mewarnai bagi siswa kelas 1, 2, dan 3 serta lomba puisi bertema Sumpah Pemuda bagi siswa kelas 4, 5, dan 6.
Kedua kegiatan ini menjadi ruang bagi para siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan cinta Tanah Air.
Melalui lomba mewarnai, siswa kelas rendah diajak mengekspresikan imajinasi dan kreativitas mereka.
Sementara itu, lomba puisi bagi siswa kelas tinggi menjadi sarana untuk melatih keberanian tampil di depan umum, kemampuan berbahasa, serta memahami makna perjuangan para pemuda dalam mempersatukan bangsa.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda di lingkungan sekolah juga menjadi momentum penting untuk mengenalkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam ikrar 28 Oktober 1928. Semangat persatuan di tengah keberagaman diharapkan dapat tumbuh menjadi karakter yang melekat pada diri setiap peserta didik.
Kepala SDN Kemayoran 2, Fahrur Rosi, S.Pd., mengunngkapkam, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya menumbuhkan semangat belajar dan karakter kebangsaan melalui kegiatan edukatif di sekolah.
Kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, rasa percaya diri, dan kepedulian terhadap bangsa.
"Dari goresan warna hingga bait-bait puisi, para siswa diajak memahami bahwa mereka merupakan bagian dari generasi penerus bangsa," katanya.
Ia berharap, Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghargai, gotong royong, disiplin, dan persatuan.
"Melalui kegiatan tersebut, SDN Kemayoran 2 turut menanamkan pesan bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan," imbuhnya.
Sebab, pemuda yang hebat tidak hanya lahir dari kemampuan dan prestasi, tetapi juga dari kecintaan terhadap bangsa serta kesadaran untuk menjaga persatuan sejak dini. (Eko)


Komentar