> Macet Di Pasar Tumpah Hari Rabu, Pemkab Sumenep Belum Menemukan Solusi Lensajatim.id
|
Menu Close Menu

Macet Di Pasar Tumpah Hari Rabu, Pemkab Sumenep Belum Menemukan Solusi

Kamis, 03 Oktober 2019 | 15.57 WIB


Lensa-Sumenep - Persoalan krusial yang sering terjadi di kota-kota besar di Indonesia adalah pasar tumpah, namun tidak menutup kemungkinan, Pasar Tumpah menjadi salah satu kawasan yang sering menyaksikan persoalan macet itu sendiri.

Tidak melihat kota besar metropolitan saja, salah satunya Pasar Pragaan, Kecamatan Prenduan, Sumenep, yang acap kali menuai sorotan publik.

Buktinya, setiap hari Rabu masa pasaran yang sering berlangsung sejak dulu saat ini semakin mendesak para penjual untuk menempati bahu jalan sehingga membuat macet arus lalulintas.

Bertambahnya angka perekonomian di Kota ujung timur Pulau Madura ini, pasar Pragaan bertambah sesak dengan banyaknya pedagang yang tidak kebagian kios dalam menjajakan barang dagangannya.

Tidak bisa di pungkiri, arus lalulintaslah yang menjadi korban, membuat macet para pengguna jalan setiap hari Rabu pasaran tersebut.

"Ini sudah biasa mas, para pedagang mencari nafkah di pasar, jadi sudah dari dulu setiap hari Rabu di pasar ini sering macet. Jadi bukan hal baru lagi, sudah mentradisi," kata Rusman, pengguna roda empat saat menunggu arus macet di pasar tersebut, Rabu (2/10).

Bagaimana regulasi pengamanan arus lalu lintas di Pasar Pragaan ?

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) prenduan, A. Priyadi. Pihaknya menjelaskan, arus macet di pasar tumpah tersebut terpantau aman, meski antara pukul 07.00 sampai pukul 09.00 WIB pagi sering terjadi antrian panjang, baik dari timur maupun arah barat menuju kota.

"Kami dari Polsek Prenduan rutin setiap hari Rabu melakukan pengamanan personil di sana," ungkapnya, Rabu (2/10).

Selain terjadi macet, A. Priyadi disisi lain menerangkan bagiamana dan apa penyebab macet secara gamblang bahwa kondisi pasar yang semakin berkembang, dan para pedagang yang semakin banyak.

"Sebenarnya kondisi pasar sudah berkembang, sehingga kondisi di dalam itu sudah penuh, makanya para pedagang saat ini sudah jualan di luar," terangnya.

Namun, hal ini harus ada regulasi baru, kata A.Priyadi, sebab macet yang berkepanjangan juga menjadi resah sekaligus kesadaran masyarakat yang harus di kedepankan.

"Banyak alternatif sebenarnya, harus ada perluasan pasar contohnya, dan pelebaran jalan. Kan zaman semakin berkembang sedangkan kondisi pasar tetap dan jalan tetap seperti itu. Sedangkan akses jalan masih tetap dan pasar semakin berkembang makanya terjadilah macet setiap hari Rabu," sarannya.

Dari hal lain, maduraindepth masih mencoba menghubungi Kepala UPT Pasar Kabupaten Sumenep, Purnomo, terkait langkah apa yang akan di ambil terkait pasar serta penataan pedagang di pasar tersebut, namun belum ada jawaban saat dihubungi melalui sambungan selulernya. (Mahendra)

Bagikan:

Komentar