|
Menu Close Menu

Bupati Gus Fawait Perketat Pengawasan Program MBG, H. Achmad Sudiyono Beri Dukungan

Kamis, 05 Maret 2026 | 23.40 WIB

 

H. Achmad Sudiyono saat bersama dengan Bupati Jember, Gus Fawait.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jember– Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan sesuai standar nasional. Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmen tersebut dalam rapat koordinasi bersama perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (2/3/2026).


Dalam forum tersebut, yang turut melibatkan unsur satgas MBG dan pengelola dapur, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait memaparkan hasil evaluasi yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap sejumlah dapur MBG di Jember.


Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesesuaian menu dengan standar gizi seimbang, kualitas bahan baku, kebersihan dapur, hingga sistem distribusi makanan kepada para penerima manfaat.


“Bagi dapur yang tidak memenuhi standar pelayanan tentu ada sanksi tegas dari BGN. Hal ini semata-mata untuk menjaga kualitas asupan gizi anak-anak kita,” ujar Gus Fawait.


Ia mengungkapkan, terdapat tiga dapur MBG di Jember yang untuk sementara disuspend karena menu yang disajikan tidak sesuai standar selama Ramadan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari mekanisme pembinaan agar kualitas layanan tetap terjaga.


Gus Fawait menegaskan, program MBG merupakan salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah. Karena itu, implementasinya di daerah tidak boleh hanya bersifat formalitas.


“MBG bukan sekadar membagikan makanan gratis. Yang terpenting adalah memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar,” tegasnya.


Sebagai bentuk komitmen, menurut H. Achmad Sudiyono yang merupakan Owner SPPG  Bintoro Jember, Bupati Gus Fawait akan menyiapkan enam langkah strategis untuk memperkuat pengawasan pelaksanaan MBG.


Pertama, pemerintah daerah akan menggelar pertemuan rutin setiap bulan antara satgas MBG dan pengelola dapur untuk melakukan evaluasi serta pembinaan.


Kedua, setiap dapur diwajibkan mengirimkan dokumentasi menu makanan yang disajikan setiap hari sebagai bagian dari sistem pelaporan.


Ketiga, pihak sekolah juga diminta mengirimkan dokumentasi penerimaan makanan oleh siswa guna memastikan distribusi berjalan tepat sasaran.


Keempat, seluruh dapur MBG akan dipasang kamera pengawas (CCTV) yang terhubung langsung dengan sistem pemantauan Pemerintah Kabupaten Jember.


Kelima, pengelola dapur diarahkan memanfaatkan bahan pangan lokal untuk mendukung perekonomian daerah sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku.


Keenam, bagi dapur yang tidak kooperatif atau tidak mematuhi standar operasional akan direkomendasikan untuk ditutup.


Untuk itu, H. Achmad Sudiyono menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemkab Jember tersebut. 


Menurutnya, evaluasi dan pengawasan merupakan bagian penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.


“Kami mendukung penuh kebijakan yang ada. Sejak awal, komitmen kami adalah memberikan pelayanan terbaik bagi para penerima manfaat,” ujarnya, Kamis (4/3/2026).


Achmad juga mengaku menjadi salah satu pihak yang pertama kali mendukung implementasi program MBG di Jember ketika program tersebut masih diragukan sebagian pihak.


Ia bahkan membangun dua dapur MBG sekaligus di Jember yang kemudian diresmikan pada 12 Mei 2025 oleh Bupati Jember. Beberapa minggu setelah peresmian, tepatnya awal Juni 2025, dapur tersebut mulai beroperasi.


“Saya yakin program ini bukan sekadar wacana politik, tetapi program serius dari Presiden untuk menyiapkan generasi yang memiliki asupan gizi seimbang,” katanya.


Ia menilai program MBG memiliki dampak luas, tidak hanya pada kesehatan anak-anak, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.


Menurutnya, jika generasi muda mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang sejak dini, maka mereka berpotensi tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, dan mampu membawa Indonesia menuju kemajuan.


Sebagai bentuk dukungan, Achmad juga mengaku pernah menginisiasi sejumlah pertemuan lintas sektor di Makodim Jember bersama berbagai pihak, mulai dari unsur TNI, kepolisian, pemerintah daerah, pesantren, hingga kalangan pengusaha.


Pertemuan tersebut bertujuan membangun sinergi dalam mendukung pelaksanaan program MBG sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ketersediaan bahan baku di daerah.


“Harapannya, semua pihak bisa bersama-sama mendukung program ini agar berjalan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.


Dengan pengawasan yang semakin diperketat serta dukungan dari berbagai pihak, Pemkab Jember optimistis program MBG dapat berjalan lebih efektif dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas gizi serta masa depan generasi muda di daerah tersebut. (Had) 

Bagikan:

Komentar