![]() |
| Kegiatan Soft Lauching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kademangan 3, Kabupaten Bondowoso.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan yang dikemas dalam suasana buka puasa bersama tersebut dihadiri oleh Kepala SPPI, pengawas gizi, pengawas keuangan, asisten lapangan, serta 46 relawan yang akan terlibat dalam operasional layanan pemenuhan gizi di wilayah tersebut.
Penanggung jawab SPPG Kademangan 3, Ali Hasan Mun'im, mengatakan seluruh persiapan operasional telah rampung. Menurutnya, fasilitas dapur, sistem distribusi, hingga sumber daya manusia sudah siap untuk menjalankan program MBG setelah Hari Raya Idulfitri.
“Alhamdulillah SPPG Kademangan 3 sudah siap 100 persen. InsyaAllah setelah Lebaran kita mulai beroperasi untuk melayani penerima manfaat,” ujar Ali Hasan.
Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung program unggulan Presiden Prabowo Subianto melalui program MBG.
Program tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Kami ingin memastikan layanan gizi ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Tujuannya adalah menyiapkan generasi emas Indonesia sekaligus mendukung suksesnya program MBG,” kata Ali Hasan yang juga dikenal sebagai tenaga ahli DPR RI.
Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP HIPKA) itu menjelaskan, sasaran utama program ini adalah para penerima manfaat di sekitar Kelurahan Kademangan. Mereka meliputi siswa sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Menurutnya, keterlibatan relawan menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program MBG. Para relawan tidak hanya membantu proses distribusi makanan bergizi, tetapi juga berperan dalam memastikan pelayanan berjalan tepat sasaran dan sesuai standar gizi.
Selain itu, keberadaan pengawas gizi dan pengawas keuangan dalam struktur SPPG juga menjadi bagian dari sistem pengawasan agar pelaksanaan program berjalan transparan dan sesuai ketentuan.
Ia menambahkan, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, manajemen operasional yang baik, serta kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat.
“Program ini bukan sekadar pembagian makanan, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu kita harus memastikan pelaksanaannya benar-benar berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan soft launching tersebut, SPPG Kademangan 3 diharapkan segera dapat beroperasi penuh setelah Lebaran dan menjadi salah satu pusat layanan pemenuhan gizi yang berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan serta kualitas generasi muda di Kabupaten Bondowoso. (Had)



Komentar