|
Menu Close Menu

Harlah ke-92 GP Ansor, Ziarah Kubro dan MDS Rijalul Ansor Awali Napak Tilas Perjuangan Bersepeda Bangkalan–Jombang

Minggu, 26 April 2026 | 11.35 WIB

Kegiatan MDS Rijalul Ansor di Pendopo Kabupaten Bangkalan.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Bangkalan – Memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda Ansor, Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor menggelar kegiatan napak tilas bertajuk Gowes Bangkalan–Jombang sejauh 123 kilometer pada Ahad (26/4/2026). Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan ulama sekaligus memperkuat semangat kader muda Ansor dalam melanjutkan nilai pengabdian dan kebangsaan.


Rangkaian acara diawali dengan ziarah kubro di makam KH. Syaikhona Kholil Bangkalan di Martajasah, sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu ulama besar yang memiliki peran penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor, serta dialog antara pengurus cabang (PC) dan pengurus pusat (PP) GP Ansor di Pendopo Agung Bangkalan. Rangkaian kegiatan itu dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin dengan ditemani oleh Ketua PW GP Ansor Jatim, H. Musaffa' Safril, dan Ketua PC GP Ansor Bangkalan Zainal Arifin Zubair. 


Puncak kegiatan ditandai dengan gowes bersama dari Bangkalan menuju Jombang, tepatnya ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum, sebagai bagian dari perjalanan historis menelusuri jejak perjuangan para ulama pendiri NU.


Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin, menegaskan bahwa kegiatan bersepeda ini bukan sekadar olahraga, tetapi sarat makna filosofis dalam membangun organisasi yang sehat dan solid.


“Bersepeda mengajarkan kita keseimbangan, kekuatan, dan kebersamaan. Organisasi juga demikian, harus dikelola dengan pemikiran yang sehat, dijalankan oleh orang-orang yang solid, serta memiliki visi, misi, dan tujuan yang sama,” ujarnya.

Addin menambahkan, napak tilas gowes ini telah beberapa kali dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh-tokoh perjuangan Nahdlatul Ulama dan Ansor, sekaligus menjadi sarana pendidikan sejarah bagi generasi muda.


“Kami ingin generasi muda Ansor tidak lupa sejarah. Dari napak tilas ini kita belajar tentang perjuangan, keteladanan, dan semangat pengabdian para ulama,” tegasnya, Sabtu (25/04/2026) malam. 


Senada dengan itu, Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa’ Safril, menilai kegiatan napak tilas merupakan langkah konkret untuk tidak hanya mengenang perjuangan ulama, tetapi juga meneladani semangat perjuangan mereka dalam kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat.


“Napak tilas ini adalah ikhtiar nyata untuk menjaga warisan perjuangan ulama agar tetap hidup dalam gerakan kader Ansor hari ini,” ungkapnya.


Sementara itu, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Bangkalan sebagai titik awal pelaksanaan rangkaian kegiatan Harlah ke-92 GP Ansor.


“Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang kembali tonggak sejarah perjuangan para ulama, khususnya KH. Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan dan KH. Hasyim Asy’ari sebagai pendiri Nahdlatul Ulama, yang juga menjadi cikal bakal lahirnya GP Ansor sebagai gerakan pemuda NU,” jelasnya.


Melalui kegiatan ini, GP Ansor menegaskan komitmennya untuk terus merawat sejarah, memperkuat kaderisasi, serta menanamkan nilai perjuangan ulama kepada generasi muda sebagai fondasi dalam menjaga keutuhan bangsa, agama, dan organisasi. (Fiq) 

Bagikan:

Komentar