> Debat Kedua Semakin Unggul, Setiajit-Armaya Saling Melengkapi dan Berbasis Data
|
Menu Close Menu

Debat Kedua Semakin Unggul, Setiajit-Armaya Saling Melengkapi dan Berbasis Data

Rabu, 18 November 2020 | 19.55 WIB

 

Paslon Nomor urut 3, Setiajit-Gus Maya saat Debat Publik ke-II (Dok/Istimewa)

lensajatim id Surabaya- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tuban kembali menggelar Debat Publik ke-II yang diselenggarakan di Stasiun Televisi swasta dengan tema Ekonomi dan Pembangunan. Selasa (17/11/2020).


Ketiga Paslon yang bertarung dalam Pilkada Kabupaten Tuban 2020 hadir menyampaikan Visi-Misinya yang berkaitan dengan tema Ekonomi dan Kemiskinan, mereka adalah Paslon nomor urut 1 Khozanah Hidayati-Muhammad Anwar, paslon nomor urut 02 Aditya Halindra Faridzki-Riyadi dan nomor urut 03 Setiajit-Armaya Mangkunegara. 


Pada debat kali ini, menurut Baihaki Siraj, selaku  Pengamat Politik dari Accurate Research & Consulting Indonesia (ARC Indonesia), pasangan yang dikenal dengan pasangan Setia-Negara tampak bisa tampil semakin unggul, saling melengkapi dan berbasis data dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan para panelis. 


Itu menurut Baihaki bisa dilihat bagaimana saat Setiajit menjawab beberapa pertanyaan seperti soal ruang terbuka hijau, kemudian soal pengangguran dan kemiskinan, dalam menanggapi dan memberikan jawaban, tampak bila Setiajit memehami datanya, sehingga jawabannya berbasis data. 


" Dan itu sangat penting bagi seorang calon pemimpin, jangan sampai kebijakannya berbasis kajian yang hanya berdasar asumsi bukan data, itu pasti akan berefek kurang bagus dalam pembagunan," terangnya. 


Tak hanya itu, kata Baihaki, Gus Maya mampu menjawab pertanyaan dengan baik, sangat bisa membantu dalam melengkapi jawabannya Pak Setiajit. " Setiajit-Gus Maya ini sama-sama memiliki kemampuan tuk memimpin Tuban lima tahun kedepan," jelasnya. 


Baihaki meyakini, masyarakat yang rasional akan bisa menilai kemampuan para calon dalam debat publik kedua. " Tuban itu butuh pemimpin yang yang mengerti persoalan dan punya pengalaman, kalau sudah mengerti masalahnya, pengalaman birokrasi pasti bisa menyelesaikan persoalan yang ada," tandasnya.


Dengan demikian, maka cita-cita dan keinginan agar Tuban menjadi daerah yang maju dan mempu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakatnya akan terwujud dengan mudah.


Saat ditanyakan tentang paslon nomor 1 dan 2, Baihaki menjelaskan bahwa kalau Paslon satu masih dalam taraf standart, tapi ada beberapa pertanyaan yang jawabnyan justru tidak nyambung dengan pertanyaannya. " Utamanya  jawaban Paslon nomor 2, monoton, dari debat pertama dan kedua jawabannya hampir tidak ada perbedaan," pungkasnya. (Had)

Bagikan:

Komentar