> Bunda Janed, Bergerak Tanpa Lelah Besarkan NasDem
|
Menu Close Menu

Bunda Janed, Bergerak Tanpa Lelah Besarkan NasDem

Jumat, 29 Januari 2021 | 14.35 WIB



Oleh Moch Eksan 


Di balik kesuksesan Partai NasDem meraih 4 besar kursi DPR RI hasil Pemilu 2019, dan menang di 132 Pilkada Serentak 2020, ada seorang perempuan tangguh di balik keputusan penting dan strategis partai.  Perempuan ini sudah bersahabat puluhan tahun dengan Surya Paloh. Perempuan yang sangat dipercaya, sudah terbukti dan teruji kesetiaannya dalam mengawal suka duka CEO Media Group dalam dunia bisnis dan politik. 


Perempuan itu tiada lain Sri Sajekti Sudjunadi, Ketua Koordinator Bidang Ideologi, Organisasi dan Kaderisasi DPP Partai NasDem sekaligus Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur. 


Bunda Janed, begitu para pengurus dan kader NasDem Jatim menyebut, adalah seorang tokoh pergerakan perempuan yang tak mengenal lelah. Semangatnya terus membakar rasa kantuk, lelah dan payah di setiap episode perjalanan hidup dan perjuangannya. Di usia yang sudah tergolong senior, para pengurus dan kader yang usianya lebih yunior tak mampu mengimbangi energi gerakannya dalam mengelola partai. 


Di era pandemi Covid-19, tokoh Partai NasDem kelahiran Surabaya, 29 Januari 1958, dalam menjalankan tugas partai harus bolak balik Jakarta Surabaya, sekurang-kurangnya 2 sampai 3 kali dalam sebulan. Di Jatim, Bunda Janed terus berkeliling ke seluruh pelosok Jatim,  menyapa warga NasDem. 


Terlebih pada saat Pilkada Serentak di 19 kabupaten/kota, Bunda Janet Berulang-ulang bertemu dengan para kandidat, tokoh kunci, pengurus dan kader dari satu daerah ke daerah lain. Semua itu untuk memastikan bahwa rekomendasi jatuh pada calon yang tepat dan didukung rakyat, serta mesin partai bergerak untuk memenangkan calon tersebut. 


Kemenangan calon yang diusung Partai NasDem di 9 kabupaten/kota mencatat  kehadiran visi dan fisik Bunda Janed sangat signifikan dalam derap langkah pemenangan kepala daerah di Jatim. Hatta, para calon merasakan NasDem sebagai partai yang sangat berkontribusi untuk membangun koalisi dan pemenangan calon. Kesan positif ini tak lepas dari sosoknya yang keibuan dalam mengelola kepemimpinan partai. 


Bahkan, bagi yang menyaksikan kepemimpinan Bunda Janed dari dekat. Pasti berkesimpulan pola kepemimpinannnya melampau teori kepemimpinan feminisme ala A Fitriani. Sebab mampu melepaskan diri dari ciri kepemimpinan feminisme, dan bertransformasi pada kepemimpinan maskulinisme. Lebih jelas lihat tabel berikut:




Jadi, Bunda Janed ini sosok pemimpin perempuan yang maskulinistik. Dalam menjalankan roda partai, ciri kepemimpinannya lebih maskulin daripada feminim. Sehingga, gaya kepemimpinannya meruntuhkan kultur patriarki, menggugurkan zipper system, dan memacu peningkatan keterwakilan perempuan di politik. Dimana posisi Indonesia di Asian dan dunia, berdasarkan Scholastica Gerintya pada 2017, berada pada peringkat ke-6 dan ke-89. 


Meskipun demikian, Bunda Janed pemimpin perempuan yang berhasil memerdekakan diri dari hidden agenda gerakan feminisme global. Dirinya telah membuktikan, gender tak menjadi penghalang sedikit pun untuk memimpin mayoritas lelaki dalam partai. 


Jujur harus diakui, bahwa semangat, fikiran dan tenaganya melampui rerata lelaki pada umumnya. Sungguh ada kilas balik dari kekuatan pemimpin perempuan sukses dan kuat,  seperti para perempuan berjuluk "wanita besi" layaknya Indira Gandhi, Golda Meir, Margaret Thatcher, Angela Merkel, dan Ellen Johnson Sirleaf. 


Memang, Bunda Janed merupakan praktisi event organizer yang pakar benar dalam seni pertunjukan dan panggung, tapi dirinya sendiri kurang suka di panggung depan. Kebahagianya mengorbitkan putra-putri terbaik bangsa menjadi pemimpin daerah dan negara. Dirinya sevisi dengan Surya Paloh, ingin menghadirkan Partai NasDem sebagai rumah kaum pergerakan, dan alat perjungan merestorasi Indonesia. 


Bunda Janet dan Partai NasDem merupakan bagian kisah yang tak terpisah satu dengan lainnya. Keduanya saling mengisahkan peran, pemikiran dan perjuangan dalam merestorasi Indonesia. Di usia ke-63, Bunda Janed telah menyusun program aksi Partai NasDem Jatim tahun ini. 


Naga-naganya, program aksi akan menciptakan momentum kemenangan bagi partai yang berusia 10 tahun berjalan ini. Jatim diproyeksikan menjadi lumbung suara terbesar untuk menambang kursi parlemen dan presiden 2024. 


Sejarah akan mengukir nama Bunda Janet bersamaan nama besar Partai NasDem di jagad politik nusantara. Happy birthday Bunda, semoga panjang umur, sehat dan sukses selalu. Semoga Tuhan selalu memberkati Bunda dan keluarga. Amien.


Moch Eksan, Wakil Ketua Bidang Agama dan Masyarakat Adat DPW Jawa Timur

Bagikan:

Komentar