![]() |
Willy Aditya, Pembina Yayasan Ruang Literasi Kaliurang saat dalam acara Satu Pekan Bersama Bung Besar di Sleman, Yogyakarta. (Dok/Istimewa). |
Kegiatan ini menjadi ruang untuk kembali menghidupkan sosok dan pemikiran-pemikiran revolusioner Bung Karno yang dinilai masih relevan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa saat ini.
Willy Aditya, Pembina Yayasan Ruang Literasi Kaliurang, menegaskan bahwa Indonesia memiliki warisan luar biasa dalam sosok Sukarno. “Bung Karno bukan hanya milik bangsa ini, tapi milik dunia. Ia dihormati oleh para pemimpin besar dunia sezamannya. Gagasan-gagasannya melampaui batas zaman,” ujarnya politisi yang akrab disapa Willy, Minggu (29/6/2025).
Menurut Ketua Komisi XIII DPR RI ini, melalui dokumentasi sejarah seperti foto-foto yang dipamerkan, terlihat jelas bagaimana Bung Karno membangun diplomasi dan menyampaikan gagasan kepada tokoh-tokoh penting dunia seperti Jawaharlal Nehru, Ho Chi Minh, Nikita Khrushchev, John F. Kennedy, Gamal Abdel Nasser, Fidel Castro, hingga Che Guevara.
“Interaksinya dengan para pemimpin dunia menunjukkan kegigihannya mendorong dunia melakukan transformasi menuju apa yang beliau sebut sebagai Revolusi Manusia. Suatu tatanan yang lebih adil, terang benderang, dan egaliter,” tambahnya.
Agenda Satu Pekan Bersama Bung Besar ini menghadirkan berbagai kegiatan seperti Pameran Foto dan Surat Bung Karno, Lomba Pidato, serta Lomba Menulis Surat Cinta kepada Republik dan ala Bung Besar. Tak hanya itu, juga digelar diskusi-diskusi publik yang mengangkat tema-tema penting dan aktual.
Empat diskusi utama yang digelar meliputi: Sarinah, Narasi Perempuan dalam Pembangunan Bangsa; Krisis Global dan Tantangan Tata Ulang Dunia; Pancasila sebagai Pembentuk Identitas Nasional; dan Trisakti 2.0: Peluang Indonesia Menuju Berdikari Digital.
Dengan agenda ini, Ketua DPP Partai NasDem ini berharap bangsa Indonesia kembali pada fondasi dan semangat yang pernah digariskan oleh Bung Karno.
“Semangat Holopis Kuntul Baris, yakni kebersamaan, gotong royong, dan kesediaan saling membantu demi tujuan bersama, harus kembali menjadi ruh dalam perjalanan bangsa ini,” pungkasnya. (Tim)
Komentar