![]() |
H.Musaffa Safril, Ketua PW GP Ansor Jawa Timur saat menyerahkan bibit secara simbolis di Bondowoso.(Dok/Istimewa). |
Acara tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, seperti Ketua PW GP Ansor Jatim H. Musaffa Safril, Administratur Perhutani KPH Bondowoso H. Misbakhul Munir, Kasatgas Patriot Ketahanan Pangan Jatim H. Deni Prasetya, serta Ketua PC GP Ansor Bondowoso Luluk Hariyadi.
Jenis bibit yang dibagikan antara lain nangka, sirsak, alpukat, makadamia, dan pete, yang akan ditanam di lahan milik masyarakat maupun kawasan hutan Perhutani, sebagai bentuk sinergi antara program kerakyatan dan pelestarian alam.
“Kegiatan ini bukan hanya penanaman pohon, tapi investasi masa depan. GP Ansor ingin berkontribusi langsung dalam swasembada pangan dan pelestarian lingkungan,” tegas H. Musaffa Safril.
Lebih jauh, Musaffa menekankan pentingnya ekosistem pertanian terintegrasi—dari budidaya hingga pengolahan dan distribusi—yang mampu membuka jalan kemandirian ekonomi bagi kader di tingkat desa.
Hal senada disampaikan Administratur KPH Perhutani Bondowoso, H. Misbakhul Munir, yang menyambut baik kolaborasi ini.
“Kami siap mendukung perluasan kerja sama. Saat ini kami sudah mulai memproduksi pupuk organik dari limbah ternak, dan akan terus mendorong pertanian ramah lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatgas Patriot Ketahanan Pangan sekaligus anggota DPRD Jawa Timur, H. Deni Prasetya, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas teknis bagi kader GP Ansor.
“Dengan pengetahuan dan semangat juang tinggi, kader Ansor bisa menjadi pionir ketahanan pangan di daerahnya masing-masing,” katanya.
Ketua PC GP Ansor Bondowoso, Luluk Hariyadi, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Bondowoso sebagai tuan rumah.
“Kami akan menjadikan program ini sebagai role model yang bisa diterapkan di daerah lain,” ujar Luluk.
Kegiatan ini menjadi titik awal gerakan besar GP Ansor Jawa Timur dalam menjawab tantangan ketahanan pangan nasional. Dengan pendekatan berbasis kader, lingkungan hidup, dan kearifan lokal, GP Ansor menunjukkan bahwa generasi muda bisa menjadi pelopor perubahan dari desa hingga nasional. (Had)
Komentar