![]() |
Ning Lia, Anggota MPR RI saat bertemu dengan Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, bersama jajaran kepala OPD.(Dok/Istimewa). |
Dalam pertemuan itu, Ning Lia menyoroti kondisi fiskal Magetan yang masih bergantung besar pada transfer pusat. Dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,9 triliun, realisasi baru Rp 1,3 triliun, sementara realisasi dana transfer tercatat Rp 1,08 triliun dari target Rp 1,6 triliun.
“Jangan sampai daerah terbebani standar nasional yang tidak sesuai kemampuan fiskal. Kalau daerah sehat, masyarakat pasti bisa lebih cepat merasakan manfaat pembangunan,” tegas Ning Lia.
Ia juga mendorong agar daerah seperti Magetan tetap bisa berkontribusi dalam kebijakan strategis nasional, termasuk kerja sama ekonomi internasional IEU-CEPA yang saat ini digencarkan Presiden Prabowo. “Program itu harus menyentuh masyarakat. Industri lokal Magetan harus disiapkan agar bisa ikut menembus pasar ekspor,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Nanik mengakui bahwa lemahnya PAD berdampak langsung pada ruang fiskal Magetan, apalagi ketika muncul kewajiban baru seperti pengangkatan pegawai paruh waktu atau PPPK. “Belanja pegawai harus dijaga maksimal 30 persen sesuai undang-undang. Kalau tidak, APBD kita rawan defisit,” jelasnya.
Di sisi lain, Ning Lia juga menilai pembangunan infrastruktur seperti akses jalan tol menuju Magetan akan menjadi game changer bagi pertumbuhan ekonomi daerah. “Magetan punya potensi besar, mulai dari ayam petelur, sapi daging, hingga industri kreatif. Akses tol akan membuat produk lokal lebih mudah dipasarkan,” ungkapnya.
Kunjungan ini menegaskan peran Lia Istifhama sebagai senator Jawa Timur untuk mengawal kebijakan fiskal yang lebih adil bagi daerah-daerah yang masih berjuang meningkatkan kemandirian ekonomi. (Had)
Komentar