![]() |
| H. Mohammad Supriyadi, Ketua Umum IKAWIGA Malang.(Dok/Istimewa). |
Ngopi sore di Jakarta, bagi Supriyadi, bukan sekadar melepas penat. Ia menjelma ruang refleksi tentang hidup yang tak pernah sepi dari tantangan. “Dalam kemacetan, kita belajar sabar. Dalam riuhnya kota, kita belajar tekun. Dan dalam setiap langkah, kita belajar istiqamah,” ujarnya sembari tersenyum menatap jalanan yang padat, Senin (25/08/2025) sore.
Dari balik kaca jendela, lampu kendaraan berderet panjang bagai bintang yang jatuh ke bumi. Di meja kopi, percakapan mengalir tentang rencana, pekerjaan, hingga mimpi yang sedang dirajut. Buka puasa sederhana di tengah bisingnya kota justru menghadirkan romantika tersendiri: bahwa kebersamaan, secangkir kopi, dan obrolan hangat bisa menjadi energi untuk melanjutkan perjalanan.
Jakarta memang tidak pernah berhenti berdenyut. Bagi Supriyadi, hujan hanyalah kesejukan, demo adalah dinamika, dan macet hanyalah ujian kesabaran. Semuanya tak boleh menjadi penghalang untuk terus berjuang dan membangun masa depan.
“Karena pada akhirnya, masa depan hanya dimiliki oleh mereka yang tetap menyalakan semangat, bahkan ketika dunia di luar sedang riuh dan penuh rintangan,” tutupnya. (Had)


Komentar