|
Menu Close Menu

Mungkin Serupa Doa

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 09.45 WIB

Masmuni Mahatma.(Dok/Istimewa).

Oleh : Masmuni Mahatma


Lensajatim.id, Puisi-Ah, sebagai rumput biasa-biasa

Aku pun ingin ikut menerka-nerka

Tentang lirik lagu jalanan di Jakarta

Berurat kisah hidup tak berdupa

Pagi siang malam sesak dada

Air mata terus tersisih jadi bahasa

Lidah kuasa kian lebarkan luka


Perlahan kuintip dari balik jendela

Ada yang tampak otak-atik propaganda

Hendak perang masih suka pura-pura

Giliran harta dan tahta

Digondol sembari licik memaksa

Ada yang lihai susun gaji dan tunjangan sendiri

Tak peduli

Jutaan jiwa bersimpuh dalam sunyi

Mengunyah ikan-ikan basi

Tak sanggup beli harapan meski sedatar mimpi

Banyak pula yang mahir ingkar janji

Keringat dahan cemara dihisap

Dilempar ke dasar gelap


Ah, selaku rempah dari ujung desa

Tak ada yang dapat kutabur di udara

Kecuali serupa doa

Izinkan kutanam di sudut kota-kota

"Bila keringat dahan cemara kau abaikan

Dengan pecundang pamer kemesraan

Keadilan Tuhan 

Teramat kami harapkan

Duka ada yang serupa cobaan, Tuan

Bukan selamanya dipoles kepura-puraan"



290825

Bagikan:

Komentar