![]() |
Masmuni Mahatma.(Dok/Istimewa). |
Oleh : Masmuni Mahatma
Lensajatim.id, Puisi-Ah, sebagai rumput biasa-biasa
Aku pun ingin ikut menerka-nerka
Tentang lirik lagu jalanan di Jakarta
Berurat kisah hidup tak berdupa
Pagi siang malam sesak dada
Air mata terus tersisih jadi bahasa
Lidah kuasa kian lebarkan luka
Perlahan kuintip dari balik jendela
Ada yang tampak otak-atik propaganda
Hendak perang masih suka pura-pura
Giliran harta dan tahta
Digondol sembari licik memaksa
Ada yang lihai susun gaji dan tunjangan sendiri
Tak peduli
Jutaan jiwa bersimpuh dalam sunyi
Mengunyah ikan-ikan basi
Tak sanggup beli harapan meski sedatar mimpi
Banyak pula yang mahir ingkar janji
Keringat dahan cemara dihisap
Dilempar ke dasar gelap
Ah, selaku rempah dari ujung desa
Tak ada yang dapat kutabur di udara
Kecuali serupa doa
Izinkan kutanam di sudut kota-kota
"Bila keringat dahan cemara kau abaikan
Dengan pecundang pamer kemesraan
Keadilan Tuhan
Teramat kami harapkan
Duka ada yang serupa cobaan, Tuan
Bukan selamanya dipoles kepura-puraan"
290825
Komentar