![]() |
| Tradisi Cocokan di Wakaf Jami'atun Nur Pangeranan Bangkalan.(Dok/Istimewa). |
Tak hanya di Jami’atun Nur, tradisi serupa juga digelar hampir di seluruh desa, baik di masjid, musala, maupun wakaf yang ada di Bangkalan. Suasana penuh kekhidmatan bercampur kegembiraan tampak dari kehadiran ratusan warga, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak-anak.
Acara dikemas dengan pembacaan sholawat Nabi Syarofal Anam yang dilantunkan bersama-sama. Usai pembacaan sholawat, warga menikmati aneka buah dan makanan yang tersaji. Hidangan tersebut berasal dari sumbangan sukarela masyarakat sekitar yang kemudian dibagikan kembali kepada para jamaah.
“Ini bentuk kecintaan kami kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan melantunkan sholawat bersama-sama, kami berharap kelak mendapatkan syafaat beliau,” ungkap salah seorang warga dengan penuh harap.
Tradisi cocokan di Bangkalan bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga momentum mempererat silaturahmi antarwarga. Kehangatan kebersamaan terasa ketika setiap orang hadir dengan membawa sedekah makanan, kemudian duduk bersama dalam suasana penuh berkah.
Melalui tradisi yang diwariskan turun-temurun ini, masyarakat Bangkalan meneguhkan kecintaan mereka kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menjaga kearifan lokal yang sarat nilai religius dan sosial. (Had)


Komentar