|
Menu Close Menu

KPPI Siap Gelar Festival Perempuan Pesisir Sumenep di Pantai Slopeng

Rabu, 06 Mei 2026 | 10.57 WIB

Ketua KPPI Kabupaten Sumenep, Yusnaniyah dan Sekretaris KPPI Kabupaten Sumenep, Megawati.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Sumenep – Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Kabupaten Sumenep akan menggelar Festival Perempuan Pesisir Sumenep pada Minggu, 24 Mei 2026.


Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada siang hari di Pantai Wisata Slopeng, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep.


Ketua KPPI Kabupaten Sumenep, Yusnaniyah, M.Pd, menjelaskan bahwa festival ini menjadi momentum untuk memperkenalkan organisasi KPPI kepada masyarakat luas.


“Kegiatan ini merupakan acara untuk mengenalkan Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia Kabupaten Sumenep dan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa perempuan juga nelayan yang selama ini belum mendapat pengakuan secara tertulis,” ujarnya, Rabu (06/05/2026).


Menurutnya, selama ini nelayan kerap diidentikkan hanya dengan laki-laki. Sementara perempuan sering dianggap hanya membantu pekerjaan suami.


Padahal, lanjut dia, perempuan juga memiliki peran penting dalam aktivitas perikanan dan kehidupan pesisir.


Sementara itu, Sekretaris KPPI Kabupaten Sumenep, Megawati, S.Si, menambahkan bahwa kegiatan ini akan melibatkan berbagai pihak.


Di antaranya anggota dan pengurus DPD KPPI Sumenep dari 18 kecamatan pesisir, Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Dinas Perikanan, DKPP, Kecamatan Dasuk, para sponsorship, serta seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep, khususnya wilayah Dasuk dan sekitarnya.


Ia menjelaskan, festival ini juga akan diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif.


Mulai dari pengenalan alat tangkap nelayan tradisional, pameran miniatur perahu dan bahan daur ulang, hingga fashion show busana daur ulang.


Selain itu, akan digelar lomba kreasi tempat sampah dari galon untuk keluarga nelayan serta launching buku bertajuk Perempuan Juga Nelayan.


Festival ini juga akan menampilkan baju adat dan musik khas pesisir tradisional sebagai upaya memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas.


Megawati menegaskan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan KPPI, tetapi juga menguatkan kesadaran bahwa perempuan memiliki peran sebagai nelayan.

Di sisi lain, festival ini menjadi ajakan kepada masyarakat untuk lebih mencintai dan menjaga kelestarian lingkungan laut dan pesisir.


Ajakan tersebut sejalan dengan momentum Hari Keanekaragaman Hayati yang diperingati setiap 22 Mei.


“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong kelangsungan hidup masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga nelayan,” pungkasnya. (Yud) 

Bagikan:

Komentar