![]() |
| Tangkap layar Gedung Negara Grahadi Surabaya dibakar massa aksi.(Dok/Istimewa). |
Area yang terbakar mencakup beberapa ruangan, termasuk Press Room yang biasa digunakan wartawan untuk meliput kegiatan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Menurut salah satu saksi mata, Anwar, warga Gubeng, massa mulai melempar botol hingga bom molotov ke arah gedung sekitar satu setengah jam setelah Gubernur Khofifah menemui para demonstran.
“Demo ya demo, tapi jangan sampai membakar dan menjarah fasilitas seperti printer di dalam gedung. Ini sudah keterlaluan,” ujar Anwar yang sengaja datang untuk melihat suasana demo malam itu, sebagaimana ditulis Antara.
Hingga pukul 22.30 WIB, massa masih memadati Jalan Gubernur Suryo. Suara petasan terus terdengar bersahut-sahutan. Dari pantauan lapangan, belum ada aparat keamanan yang menghalau massa.
Sebelumnya, Gubernur Khofifah sempat berdialog dengan para demonstran sekitar pukul 21.00 WIB. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa pemerintah provinsi sedang berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya terkait pembebasan peserta aksi yang ditahan.
“Malam ini kita koordinasi lagi dengan Polrestabes. Tadi siang dua orang sudah dibebaskan, dan kami mendorong agar yang lain bisa segera menyusul. Mereka ini masyarakat yang selama ini ikut membangun Jawa Timur,” kata Khofifah.
Aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi ricuh dan menimbulkan kerusakan pada salah satu ikon bersejarah Jawa Timur. Situasi di sekitar lokasi masih mencekam dengan kerumunan massa yang bertahan hingga larut malam. (Atr/Had)


Komentar