![]() |
| Ning Lia, Anggota DPD RI asal Jawa Timur.(Dok/Istimewa). |
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, atau yang akrab disapa Ning Lia, menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penganugerahan itu bukan sekadar seremoni, melainkan pesan moral sekaligus amanah besar yang harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata.
“Penganugerahan tanda kehormatan ini tidak seharusnya berhenti pada seremoni. Lebih dari itu, harus diikuti langkah nyata berupa program dan kinerja konkret agar para penerima terus memberikan kontribusi signifikan bagi negara,” tegas Ning Lia.
Ia menilai tanda jasa memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghargaan negara kepada putra-putri terbaik bangsa. Namun, makna itu akan lebih kuat jika ditindaklanjuti dengan integritas, kerja keras, dan komitmen nyata.
Ning Lia juga menyoroti penghargaan kepada Sultan Bachtiar Najamudin sebagai pengakuan negara terhadap eksistensi DPD RI dalam sistem ketatanegaraan. Sultan pun menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga dedikasi untuk lembaga DPD RI.
“Penghargaan ini kami dedikasikan kepada DPD RI beserta seluruh anggotanya. Tentunya menjadi tanggung jawab moral bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Sultan.
Ia menambahkan, DPD RI akan terus memperkuat peran di bidang legislasi, pendampingan masyarakat, serta pendidikan politik generasi muda di daerah. “DPD RI secara kelembagaan siap mendukung dan mengawal program-program prioritas pemerintah, sekaligus menampung aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah,” imbuhnya.
Lebih jauh, Ning Lia menekankan bahwa penghargaan yang juga diterima sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju harus menjadi motivasi tambahan dalam memperkuat kebijakan yang berpihak pada rakyat.
“Harapan kita bersama, tanda kehormatan ini menjadi penyemangat moral bagi para menteri dan pejabat negara agar lebih fokus pada tugas utama, yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Sebagai representasi Jawa Timur di Senayan, Ning Lia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan strategis agar selaras dengan kepentingan rakyat.
“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci keberhasilan Indonesia menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Had)


Komentar