![]() |
Ning Lia, Anggota DPD RI bersama Wabup Dirham saat melaunching Dapur MBG di Lamongan.(Dok/Istimewa). |
Menurut Ning Lia, program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dapur MBG tidak hanya melayani siswa sekolah, tetapi juga ibu hamil dan balita stunting.
“Program ini bukan hanya untuk siswa sekolah, tetapi juga untuk ibu hamil dan balita stunting. Karena itu, masih perlu penambahan dapur MBG agar tujuan besar Asta Cita Presiden benar-benar tercapai,” ujar Ning Lia.
Senator yang dijuluki Senator Cantik ini menegaskan, keberadaan dapur MBG memiliki multiplier effect besar bagi masyarakat. Selain memenuhi hak atas gizi yang layak, program ini juga menggerakkan perekonomian desa dengan melibatkan lembaga pendidikan, pesantren, petani, peternak, hingga pelaku UMKM lokal.
“Ini bukan sekadar program makan bergizi, melainkan investasi terbesar bagi SDM Indonesia. Jika anak-anak kita sehat dan tercukupi gizinya, mereka akan tumbuh menjadi generasi cerdas, kuat, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Dapur MBG yang baru diresmikan berlokasi di Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu, dan Desa Surabayaan, Kecamatan Sukodadi. Kehadiran dua dapur ini diharapkan memperluas penerima manfaat, memperkuat ketahanan pangan, menyerap tenaga kerja, dan menciptakan rantai ekonomi baru di pedesaan.
“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci. Jika semua bergerak bersama, dapur MBG akan menjadi mesin penggerak ekonomi lokal, bukan sekadar penyedia makanan bergizi,” tambah Ning Lia.
Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, juga memberikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terbangun antara pemerintah pusat, daerah, dan tokoh masyarakat.
“Launching dua dapur MBG ini bukti nyata bahwa program nasional bisa langsung dirasakan masyarakat. Selain meningkatkan gizi, program ini memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi,” ujar Mas Dirham.
Ia menambahkan, saat ini Lamongan memiliki 34 dapur MBG yang sudah beroperasi. Jumlah tersebut menjadikan Lamongan sebagai kabupaten dengan dapur MBG terbanyak di Jawa Timur sekaligus menjadi role model implementasi program prioritas nasional di bidang pangan bergizi. (Had)
Komentar