|
Menu Close Menu

Sinergi Polri dan Pesantren, Polres Trenggalek Tebar Bibit Jagung untuk Kemandirian Pangan

Kamis, 28 Agustus 2025 | 23.06 WIB

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K., bersama jajaran pejabat utama, saat menyerahkan bantuan bibit jagung kepada pengasuh Pondok Pesantren Subulussalam di Desa Melis, Kecamatan Gandusari.(Dok/Jatim Terkini). 

Lensajatim.id, Trenggalek – Komitmen Polres Trenggalek dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan dengan menjalin sinergi bersama Pondok Pesantren Subulussalam di Desa Melis, Kecamatan Gandusari. Selasa (26/8/2025), Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K., bersama jajaran pejabat utama, bersilaturahmi ke pesantren yang dipimpin K.H. Muhammad Ali Ridho Machali.

Kedatangan Kapolres beserta rombongan mendapat sambutan hangat dari pimpinan ponpes, Forkopimca, serta tiga pilar Desa Melis. Dalam kesempatan tersebut, digelar doa bersama demi keselamatan dan terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif di Trenggalek.


“Silaturahmi ini sekaligus doa bersama agar Trenggalek senantiasa diberikan keselamatan dan keamanan tetap kondusif,” ujar AKBP Ridwan dengan penuh keakraban.


Tak hanya membahas dinamika keamanan terkini, Kapolres juga menyerahkan bantuan benih jagung hibrida F1 kepada pihak ponpes. Benih tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan untuk menggarap lahan pertanian sekitar pondok agar lebih produktif.


Menurut AKBP Ridwan, Polri saat ini tengah gencar menggalakkan program penanaman jagung sebagai langkah mendukung pemerintah menuju swasembada pangan.


“Banyak pondok pesantren memiliki lahan tidur yang cukup luas. Dengan pemanfaatan yang tepat, lahan ini bisa memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional,” tegasnya.


Kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara aparat kepolisian dan lembaga keagamaan dapat berjalan beriringan, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. (Jatim Terkini) 

Bagikan:

Komentar