|
Menu Close Menu

Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Jadikan Maulid Nabi Momentum Perkuat Kedamaian dan Persaudaraan

Jumat, 05 September 2025 | 16.20 WIB

Gubernur Khofifah mengajak masyarakat meneladani Nabi Muhammad SAW. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat semangat kedamaian, persaudaraan, dan kerukunan di tengah keberagaman bangsa.


Menurut Khofifah, ajaran Nabi Muhammad SAW selalu relevan, terutama di tengah dinamika sosial yang penuh tantangan. “Maulid Nabi bukan sekadar peringatan kelahiran Rasulullah, tetapi juga momen untuk merenungkan kembali teladan beliau. Nabi mengajarkan kita untuk hidup damai, saling menghormati, dan menjaga kerukunan meski dalam perbedaan,” ujarnya, Jumat (05/09/2025). 


Khofifah menegaskan, Nabi Muhammad SAW berhasil menyatukan masyarakat Arab yang saat itu terpecah akibat konflik kesukuan. Teladan tersebut, kata dia, penting diteladani oleh masyarakat Indonesia yang hidup di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama.


“Beliau mengajarkan persaudaraan tanpa memandang batas etnis maupun agama. Prinsip yang beliau bangun adalah harmoni, solidaritas, dan kasih sayang,” tambahnya.


Khofifah juga mengingatkan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari: “Seorang Muslim sejati adalah orang yang tidak menyakiti orang lain, baik dengan ucapan maupun perbuatannya, sehingga orang lain merasa aman.”


Implementasi ajaran Nabi, lanjut Khofifah, bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menjaga ucapan, menghargai perbedaan, dan menahan diri dari tindakan yang menyakiti orang lain. Kerukunan, menurutnya, juga berarti memperkokoh solidaritas sosial, membantu sesama tanpa memandang latar belakang, dan memperkuat semangat persaudaraan sebangsa.


Dalam konteks Indonesia, Khofifah menyebut nilai-nilai Maulid Nabi selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. “Keberagaman harus kita lihat sebagai anugerah, bukan sumber pertentangan. Meneladani Nabi berarti menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun persatuan,” tegas gubernur perempuan pertama di Jatim itu.


Ia menilai pesan ini semakin penting di era digital saat ujaran kebencian dan hoaks mudah menyebar di media sosial. “Kalau pesan Nabi benar-benar kita terapkan, tidak akan ada lagi perpecahan akibat kata-kata yang menyakiti. Yang lahir justru suasana damai dan rukun,” ujarnya.


Khofifah juga mengingatkan bahwa Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh alam. Ajaran ini, kata dia, mengajarkan hubungan harmonis bukan hanya antarmanusia, tetapi juga dengan lingkungan dan semua makhluk hidup.


Ia berharap peringatan Maulid Nabi tahun ini menjadi penguat tekad masyarakat Jawa Timur untuk menjaga kebersamaan dan merawat harmoni di tengah perbedaan. “Kerukunan adalah kunci kemajuan. Mari kita jadikan Maulid Nabi sebagai sumber inspirasi untuk membangun Indonesia yang damai dan penuh persaudaraan,” pungkasnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar